Peringatan 100 Tahun AA Navis: Karya Sastra yang Relevan untuk Pendidikan dan Isu Sosial

- Redaksi

Monday, 18 November 2024 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.idPeringatan 100 tahun kelahiran sastrawan legendaris Ali Akbar Navis (AA Navis) diadakan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pameran di Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Dalam acara tersebut, Ganjar Harimansyah, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,

menyampaikan pandangannya tentang relevansi karya-karya AA Navis sebagai materi ajar di tingkat pendidikan, khususnya untuk siswa SMP dan SMA.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa sejak Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menetapkan karya-karya sastra yang cocok untuk dipelajari di jenjang pendidikan tertentu,

karya AA Navis termasuk dalam daftar bacaan yang dapat dipelajari oleh siswa di kedua tingkat pendidikan tersebut.

Menurut Ganjar, cerita-cerita pendek karya AA Navis sangat cocok untuk siswa SMP dan SMA, terutama karena mengandung berbagai aspek yang dapat dipelajari lebih dalam.

Baca Juga :  Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia U-17 2025: Bertemu Kuwait, Australia, dan Kepulauan Mariana Utara

Salah satunya adalah aspek sosiologi, di mana banyak karya AA Navis yang menggali isu-isu sosial dan budaya, yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Hal ini, menurutnya, memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengeksplorasi perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, terutama setelah kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Ganjar juga menyoroti pentingnya kontribusi karya-karya AA Navis terhadap perkembangan sastra Indonesia.

Ia menilai bahwa cerpen-cerpen Navis tidak hanya memperkaya khazanah sastra tanah air, tetapi juga memberikan pemikiran-pemikiran penting dalam berbagai bidang.

Salah satunya adalah isu gender, yang terlihat jelas dalam beberapa cerpen karya AA Navis. Menurut Ganjar, melalui cerpen berjudul “Jodoh”, siswa dapat merekonstruksi pemikiran tentang gender yang berkembang di Indonesia.

Baca Juga :  Doa Meminta Rezeki Lancar dan Tidak Terputus, Bikin Keturunan jadi Sultan

Dalam cerpen tersebut, Navis dengan cerdas menggambarkan bagaimana kata-kata dan perilaku seperti mencium, memeluk,

mengintimidasi, atau bahkan menzalimi sering kali dikaitkan dengan gender laki-laki, sedangkan perempuan sering menjadi subjek dalam konteks tindakan tersebut.

Lebih lanjut, Ganjar menyatakan bahwa karya-karya AA Navis juga menggambarkan perubahan kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya pasca kemerdekaan.

Ia mengungkapkan bahwa AA Navis dapat dianggap sebagai simbol perubahan tersebut, karena melalui karyanya, Navis berhasil menangkap suasana sosial Indonesia yang tengah bertransformasi setelah meraih kemerdekaannya.

Pameran yang diselenggarakan oleh Perpusnas bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menggali lebih dalam tentang perjalanan hidup AA Navis,

Baca Juga :  Dorongan Komisi III DPR untuk Reformasi Polri Demi Kepercayaan Publik

karya-karyanya, serta pemikirannya mengenai berbagai isu sosial, politik, dan budaya.

Pameran yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 28 November 2024 ini menampilkan sejumlah karya fiksi yang pernah dihasilkan oleh Navis, serta tulisan-tulisannya yang banyak dimuat di berbagai surat kabar.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat bagaimana Navis terlibat dalam dunia politik, yang memperkaya perspektif mengenai pengaruhnya terhadap masyarakat Indonesia.

Dengan digelarnya pameran ini, diharapkan masyarakat, khususnya para pelajar, dapat lebih memahami karya-karya AA Navis yang tidak hanya menawarkan nilai sastra, tetapi juga berbagai pemikiran kritis mengenai isu-isu sosial dan budaya yang masih relevan hingga saat ini.***

Berita Terkait

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional
Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi
Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran
Pasukan Elite Kolombia Siagakan Diri di Perbatasan Usai Serangan AS ke Venezuela
Info PKH Hari Ini Apakah Sudah Cair 2026? Begini Cara Mengecek Status Penerima!

Berita Terkait

Thursday, 8 January 2026 - 14:31 WIB

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI

Thursday, 8 January 2026 - 10:57 WIB

Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!

Wednesday, 7 January 2026 - 14:07 WIB

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Tuesday, 6 January 2026 - 19:08 WIB

Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional

Tuesday, 6 January 2026 - 17:19 WIB

Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi

Berita Terbaru

Langkah-Langkah Cara Tebus Right Issue INET

Ekonomi

Cara Tebus Right Issue INET: Langkah Mudah bagi Investor!

Thursday, 8 Jan 2026 - 14:21 WIB

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Film

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Thursday, 8 Jan 2026 - 10:42 WIB