Tragis, Pelajar SMA di Gresik Coba Akhiri Hidup di Rel Kereta

- Redaksi

Friday, 24 January 2025 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar yang akan bunuh diri (Dok. Ist)

Pelajar yang akan bunuh diri (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Seorang pelajar SMA berusia 17 tahun asal Benjeng, Gresik, berinisial AP, mencoba mengakhiri hidupnya dengan menghadang kereta api yang sedang melaju.

Tindakan nekat ini diduga karena AP merasa dijauhi oleh teman-temannya dan menjadi korban perundungan di sekolah.

Saat ditemui di rumahnya, AP menceritakan pengalamannya dengan didampingi ibu dan kakak laki-lakinya. AP mengaku sering menjadi bahan gosip teman-teman sekolahnya, yang membuatnya merasa tertekan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya itu sering di rasani (gosip) teman-teman sejak beberapa hari yang lalu. Saya nggak tau perkaranya, mungkin saya berteman dengan orang yang tidak disukai mereka,” kata AP, Kamis (23/1)

AP mengungkapkan bahwa dirinya mulai dijauhi teman-temannya setelah berteman dengan seseorang yang tidak disukai oleh mereka.

Baca Juga :  PPIH Arab Saudi Tingkatkan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas untuk Jemaah Haji

Hal yang paling menyakitkan baginya adalah ketika teman-temannya membersihkan tempat bekas ia salat, seolah-olah menganggap dirinya najis.

“Pernah itu bekas saya salat mereka bersihkan pas saya pergi. Saya merasa itu seperti mereka najis melihat saya,” katanya

Kejadian tersebut membuat AP teringat pengalaman buruk lainnya saat berada di kelas 11. Saat itu, ia pernah menjadi korban perundungan fisik, seperti dipukul dan dijambak oleh teman sekolahnya.

Pada hari kejadian, AP meminta gurunya untuk mengantarnya ke Pasar Duduksampeyan dengan alasan ingin membeli makanan. Setelah tiba di pasar, ia meninggalkan gurunya dan berjalan ke arah rel kereta api.

Ketika kereta api komuter jurusan Surabaya-Cepu melintas, AP berjalan ke tengah rel. Beruntung, kereta yang baru berangkat dari stasiun tersebut masih melaju dengan kecepatan rendah, sehingga masinis sempat mengerem. Kereta berhenti sekitar 3 meter dari tempat AP berdiri.

Baca Juga :  Rekomendasi Lomba untuk Merayakan 17 Agustus

Melihat AP berdiri di rel, masinis segera turun dan mengajaknya menjauh dari rel. Petugas penjaga palang pintu dan petugas keamanan stasiun juga datang membantu menenangkan AP. Setelah itu, AP dibawa ke pos dan dijemput oleh keluarganya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap korban perundungan. Bagi siapa saja yang merasa tertekan atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan dari psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli dan saling mendukung, terutama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Berita Terkait

Perkembangan Terbaru Pemeriksaan Febrie Adriansyah Terkait Dugaan Pencucian Uang
Apakah 18 Agustus 2026 Libur? Cek Faktanya Menurut SKB 3 Menteri
Cara Menurunkan Desil: Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Bansos
Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Target 150 Ribu Peserta
Inilah 22 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Ibu-ibu yang Bikin Ngakak
Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pemalang dan Penyitaan CCTV oleh KPK
Samsat Buka Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Tips Biar Nggak Antre Panjang
Kapan Rebo Wekasan 2026? Ini Jadwal, Asal-usul, dan Amalan Tradisinya!

Berita Terkait

Friday, 14 August 2026 - 09:54 WIB

Perkembangan Terbaru Pemeriksaan Febrie Adriansyah Terkait Dugaan Pencucian Uang

Thursday, 13 August 2026 - 09:35 WIB

Cara Menurunkan Desil: Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Bansos

Wednesday, 12 August 2026 - 14:12 WIB

Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Target 150 Ribu Peserta

Wednesday, 12 August 2026 - 11:25 WIB

Inilah 22 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Ibu-ibu yang Bikin Ngakak

Tuesday, 11 August 2026 - 10:17 WIB

Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pemalang dan Penyitaan CCTV oleh KPK

Berita Terbaru