Bubur Suro: Tradisi Kuliner Penuh Makna di Tahun Baru Hijriyah

- Redaksi

Thursday, 26 June 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Tahun Baru Hijriyah bukan hanya sekadar pergantian kalender dalam Islam, tapi juga menjadi momen penting untuk mengenang sejarah dan tradisi.

Di Jawa Tengah, ada satu tradisi yang masih bertahan hingga sekarang, yaitu menyajikan dan menyantap bubur suro.

Bubur ini bukan sembarang makanan, karena memiliki makna dan filosofi yang dalam bagi masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip dari situs resmi Pemerintah Daerah DIY, berikut beberapa fakta menarik tentang bubur suro sebagai hidangan khas Tahun Baru Islam:

1. Sudah Ada Sejak Zaman Sultan Agung

Bubur suro ternyata sudah dikenal sejak masa pemerintahan Sultan Agung di Kerajaan Mataram. Setiap tanggal 1 Muharam, bubur ini disajikan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga :  Resep Sambal Ikan Seruit Khas Lampung, Cocok untuk Akhir Pekan Bersama Keluarga

2. Mengingat Kisah Nabi Nuh AS

Selain sebagai bentuk syukur, bubur suro juga dikaitkan dengan kisah Nabi Nuh AS. Konon, makanan ini dibuat untuk mengenang keselamatan Nabi Nuh dan para pengikutnya setelah 40 hari terombang-ambing di atas banjir besar. Kisah ini menjadi latar belakang munculnya tradisi menyantap bubur suro.

3. Warna Bubur yang Berbeda di Tiap Daerah

Bubur suro tidak selalu berwarna sama. Di Semarang, misalnya, bubur ini berwarna kuning karena dimasak dengan kunyit dan berbagai rempah-rempah khas. Warna kuning ini juga memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai lambang kemuliaan dan harapan baik.

4. Dihidangkan dengan Aneka Lauk Pelengkap

Bubur suro bukan hanya bubur polos, tapi disajikan lengkap dengan berbagai lauk. Beberapa pelengkap yang umum disajikan antara lain:

  • Sambal goreng
  • Kering tempe
  • Irisan telur
  • Kacang goreng
  • Serundeng kelapa
  • Suwiran ayam
Baca Juga :  6 Fakta Menarik tentang Ketoprak yang Wajib Diketahui

Kombinasi ini membuat bubur suro kaya rasa dan menggugah selera.

5. Setiap Pelengkap Punya Makna Tersendiri

Menariknya, setiap lauk yang disajikan bersama bubur suro punya arti filosofis. Misalnya, kedelai hitam goreng melambangkan sifat setia dan sikap baik yang senantiasa mengikuti nasihat orang tua atau sesepuh.

Tradisi bubur suro bukan hanya tentang makanan, tapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah, budaya, dan ajaran agama. Melestarikan tradisi ini berarti turut menjaga warisan leluhur yang sarat nilai-nilai kebaikan.

Berita Terkait

Cara Membuat Ayam Kecap Manis Gurih yang Meresap Sampai ke Tulang
Resep Ayam Suwir Kemangi Pedas Gurih yang Bikin Nambah Nasi
Cara Membuat Salad Buah untuk Dijual: Resep Cuan dengan Modal Kecil
Resep Rempeyek Kacang Tanah Renyah dan Tahan Lama untuk Camilan Sehari-hari
Kopi Legi, Destinasi Menikmati Cita Rasa Kopi Nusantara dalam Suasana Hangat dan Nyaman
Sky Lounge Surabaya, Rooftop Lounge Elegan dengan Panorama Kota yang Memukau
Mixwell Bar Seminyak, Destinasi Nightlife Legendaris dengan Cabaret Show Spektakuler di Bali
Three Buns Jakarta, Destinasi Burger Premium dengan Cita Rasa Gourmet di Jantung Senopati

Berita Terkait

Sunday, 27 September 2026 - 12:22 WIB

Cara Membuat Ayam Kecap Manis Gurih yang Meresap Sampai ke Tulang

Saturday, 12 September 2026 - 10:16 WIB

Resep Ayam Suwir Kemangi Pedas Gurih yang Bikin Nambah Nasi

Monday, 24 August 2026 - 06:28 WIB

Cara Membuat Salad Buah untuk Dijual: Resep Cuan dengan Modal Kecil

Saturday, 8 August 2026 - 09:11 WIB

Resep Rempeyek Kacang Tanah Renyah dan Tahan Lama untuk Camilan Sehari-hari

Monday, 20 July 2026 - 12:08 WIB

Kopi Legi, Destinasi Menikmati Cita Rasa Kopi Nusantara dalam Suasana Hangat dan Nyaman

Berita Terbaru