Krisis Baru Hantam Singapura, Ribuan Kuliner Mengalami Bangkrut

- Redaksi

Tuesday, 23 September 2025 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Krisis baru menghantam sektor kuliner Singapura, di mana gelombang penutupan restoran terjadi dalam skala yang mengkhawatirkan.

Sepanjang tahun lalu, lebih dari 3.000 bisnis makanan dan minuman (F&B) terpaksa gulung tikar, suatu angka tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir.

Kondisi ini setara dengan rata-rata 250 restoran tutup setiap bulan, menandakan tekanan berat yang dihadapi pelaku usaha, dari warung kaki lima hingga restoran legendaris sekalipun.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab Krisis Kuliner di Singapura

  1. Biaya Sewa yang Melambung Tinggi

Beban terberat bagi pemilik restoran datang dari biaya sewa tempat usaha. Banyak penyewa melaporkan kenaikan sewa antara 20 hingga 49 persen, bahkan ada yang mencapai 50-100 persen pasca pandemi.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Lakukan Pemblokiran Akun Judi Online, Sita Rekening dan Selidiki Korupsi Pegawai Kominfo

Lonjakan ini dipicu oleh tingginya minat investor terhadap properti komersial, yang mendorong pemilik menuntut imbal hasil lebih tinggi. Bagi restoran kecil dan keluarga, kenaikan drastis ini hampir mustahil untuk dapat ditanggung.

  1. Krisis Tenaga Kerja dan Kenaikan Gaji

Industri ini juga mengalami krisis tenaga kerja yang serius. Dengan jumlah juru masak yang berkurang, restoran besar berlomba menawarkan gaji lebih tinggi untuk mengamankan staf. Restoran kecil seperti Burp Kitchen & Bar kesulitan bersaing, dan meski telah menaikkan gaji serta memangkas jam operasi, mereka hanya bisa bertahan dalam waktu singkat.

  1. Perubahan Perilaku Konsumen

Kebiasaan masyarakat dalam makan di luar telah berubah. Pemilik Burp Kitchen mencatat frekuensi kunjungan pelanggan setia merosot dari 3-4 kali seminggu menjadi mungkin hanya sebulan sekali

Baca Juga :  5 Fitur Keunggulan dari Honda PCX 160 Terbaru 2025 yang Perlu Kamu Ketahui

Konsumen kini lebih hemat dalam berbelanja dan memiliki begitu banyak pilihan, sehingga persaingan menjadi semakin ketat.

Dampak dan Contoh Restoran yang Tutup

Krisis ini tidak pandang bulu. Restoran legendaris berusia 86 tahun seperti Ka-Soh pun harus menyajikan mangkuk sup ikan terakhirnya pada September 2025.

Jaringan besar seperti Prive Group juga menutup semua restorannya.

Bahkan restoran yang tercatat dalam Michelin Guide tidak luput dari ancaman kebangkrutan, menunjukkan kedalaman masalah yang dihadapi sektor ini.

Adaptasi untuk Bertahan

Di tengah tantangan, beberapa bisnis berusaha beradaptasi. Marie’s Lapis Cafe yang berhasil meningkatkan bisnisnya sekitar 30-40 persen dengan bantuan profesional untuk memperkuat kehadiran di media sosial dan menjalin kerja sama dengan influencer. Inovasi dan strategi digital menjadi kunci untuk tetap kompetitif.

Baca Juga :  WNI di Thailand Rayakan Idul Fitri dengan Penuh Kehangatan

Krisis kuliner yang melanda Singapura adalah akibat dari gabungan faktor biaya operasional yang meroket, persaingan ketat, dan perubahan perilaku konsumen. Untuk dapat bertahan, pelaku usaha dituntut tidak hanya memiliki ketahanan finansial, tetapi juga kemampuan berinovasi dan beradaptasi dengan pasar yang terus berubah dengan cepat

 

Berita Terkait

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terbaru