Media sosial tengah dihebohkan dengan kampanye promosi dari sebuah kedai kopi di Semarang yang dinilai tidak pantas. Kampanye tersebut berasal dari akun media sosial milik Feels Coffee yang memperkenalkan barista melalui sebuah gimmick marketing yang dianggap merendahkan perempuan.
Konten promosi tersebut langsung menuai kritik dari warganet setelah tangkapan layar unggahan itu beredar luas di platform X (Twitter) dan berbagai media sosial lainnya.
Campaign Barista Jadi Sorotan
Kampanye yang dimaksud merupakan konten pengenalan barista dengan tajuk tertentu yang kemudian disingkat menjadi kata yang dinilai tidak pantas. Unggahan tersebut memicu kemarahan publik karena dianggap menyinggung perempuan, terlebih salah satu barista dalam foto terlihat mengenakan hijab.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pengguna media sosial yang pertama kali mengunggah kritik terhadap konten tersebut menyampaikan keberatannya.
“Cuma demi viral, lo rela jual harga diri wanita dan agama? Gue bener-bener gak habis pikir. Pas gue liat foto ini, ada rasa mual yang naik ke tenggorokan. Bukan karena kopinya, tapi karena kelakuan tim marketingnya yang bener-bener sick. Maksud lo apa memajang foto wanita berhijab tapi disampingnya ada tulisan gede: ‘Ngenton Barista’?” tulisnya.
Unggahan itu kemudian viral dan memicu diskusi luas mengenai etika pemasaran di industri kuliner, khususnya coffee shop.
Warganet Kecam Strategi Marketing
Banyak warganet menilai strategi promosi tersebut tidak sensitif terhadap isu perempuan dan agama. Sejumlah pengguna media sosial bahkan menyebut kampanye tersebut hanya bertujuan mencari sensasi agar viral.
Perdebatan pun meluas, dengan sebagian netizen meminta pihak kedai kopi tersebut memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas konten yang telah dipublikasikan.
Pihak Feels Coffee Sampaikan Permintaan Maaf
Setelah kontroversi tersebut ramai diperbincangkan, pihak Feels Coffee akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram resmi mereka.
Dalam pernyataan tersebut, pihak manajemen mengakui adanya kesalahan dalam pemilihan kata pada konten promosi yang diunggah sebelumnya.
“Kami meminta maaf. Terkait postingan pengenalan barista kami sebelumnya dengan judul ‘Ngenal Total’ yang disingkat menjadi sebuah kata yang tidak pantas telah menimbulkan ketidaknyamanan dan berbagai reaksi,” tulis pernyataan tersebut.
Mereka juga menegaskan bahwa unggahan tersebut telah dihapus setelah menuai kritik dari publik.
Dianggap Jadi Pelajaran bagi Tim Marketing
Selain meminta maaf, pihak kafe juga menyatakan akan lebih berhati-hati dalam membuat konten promosi di masa mendatang.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas pemilihan diksi tersebut. Postingan tersebut telah kami hapus dan ini menjadi pembelajaran penting bagi tim kami untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten kedepannya. Terima kasih atas semua masukan dan kritik yang membangun,” lanjut pernyataan tersebut.
Kontroversi ini sekaligus menjadi pengingat bagi pelaku usaha untuk lebih sensitif dalam membuat strategi pemasaran, terutama yang berkaitan dengan isu sosial, gender, dan agama.

















