SwaraWarta.co.id – Soha.vn kembali membuat pernyataan mengejutkan. Media Vietnam tersebut secara terang-terangan menilai program naturalisasi Timnas Malaysia jauh lebih baik ketimbang yang dijalankan Timnas Indonesia.
Pernyataan ini muncul setelah Malaysia menghancurkan Vietnam dengan skor telak 4-0 di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Klaim Soha dan Pham Nhu Thuan
Dalam laporannya, Soha mengutip pengamat sekaligus mantan pemain Vietnam, Pham Nhu Thuan. Menurutnya, pendekatan Malaysia dalam naturalisasi berbeda dengan Indonesia. “Pada tahap awal, pemain naturalisasi Indonesia tidak terlalu bagus dan performanya buruk, sehingga mendapat banyak reaksi keras,” ujar Nhu Thuan kepada Soha.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Nhu Thuan menambahkan bahwa Malaysia langsung mendatangkan pemain-pemain berkualitas. “Naturalisasi Malaysia mendatangkan semua pemain berkualitas. Mereka meraih kemenangan pertama atas Vietnam setelah 11 tahun,” tambahnya.
Fakta di Balik Kemenangan Malaysia
Dalam laga melawan Vietnam, pelatih Malaysia Peter Cklamovski menurunkan sembilan pemain naturalisasi sebagai starter. Nama-nama seperti Facundo Garces, Jon Irazabal, Matthew Davies, Dion Cools, Nooa Laine, Hector Hevel, Rodrigo Holgado, dan Joao Figueiredo menghuni susunan utama.
Empat pemain naturalisasi bahkan mencetak gol dalam laga tersebut, yaitu Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, La’Vere Corbin-Ong, dan Dion Cool. Kontribusi besar inilah yang membuat Soha menilai naturalisasi Malaysia lebih instan dan efektif dibandingkan Indonesia.
Perbandingan dengan Indonesia
Soha menyebut naturalisasi Indonesia berjalan secara bertahap. PSSI memang sudah mulai berburu pemain diaspora sejak 2010-an, namun baru berbuah hasil dalam lima tahun terakhir.
Pemain seperti Thom Haye, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Mees Hilgers, dan Eliano Reijnders datang silih berganti, tetapi proses adaptasi mereka membutuhkan waktu.
Meski demikian, Indonesia justru lebih dulu mengalahkan Vietnam. Tim Garuda menang tiga kali beruntun atas Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2023.
Sementara Malaysia baru meraih kemenangan telak 4-0 di ajang yang berbeda.
Benarkah Malaysia Lebih Baik?
Klaim Soha ini menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai perbandingan tersebut tidak adil karena Indonesia dan Malaysia memiliki konteks yang berbeda. Indonesia lebih mengutamakan pemain keturunan yang memiliki darah Indonesia, sedangkan Malaysia disebut Soha mendatangkan pemain asing murni.
Terlepas dari itu, pernyataan Soha berhasil memantik diskusi panas di jagat sepak bola ASEAN. Apakah naturalisasi Malaysia benar-benar lebih unggul? Hanya waktu dan hasil di lapangan yang bisa membuktikannya.

















