Kebakaran di Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik: Tim Tanggap Darurat Beraksi Cepat, Tidak Ada Korban Jiwa

- Redaksi

Monday, 14 October 2024 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Pada Senin, 14 Oktober 2024 petang, kebakaran melanda Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) atau yang dikenal sebagai Smelter Manyar, yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Kejadian ini langsung dikonfirmasi oleh pihak perusahaan melalui VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan tertulisnya yang dirilis pada hari kejadian, Katri menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi di pabrik asam sulfat yang menjadi bagian dari smelter PTFI di KEK Gresik.

“Telah terjadi kebakaran di pabrik asam sulfat smelter PTFI di KEK Gresik, pada Senin, 14 Oktober 2024 pukul 17.45 WIB,” ungkapnya.

Meski kebakaran menimbulkan kepanikan, Katri menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Kami bersyukur, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambahnya. Ini tentunya menjadi kabar baik di tengah situasi yang cukup genting, mengingat besarnya dampak yang bisa ditimbulkan oleh kebakaran di fasilitas industri seperti ini.

Baca Juga :  Ganti Kepengurusan, Nusron Wahid Diberhentikan dari PBNU

Freeport segera mengerahkan tim tanggap daruratnya untuk mengendalikan situasi.

Katri menjelaskan bahwa pemadaman kebakaran masih terus berlangsung dan upaya pemadaman melibatkan beberapa pihak yang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Tim pemadam kebakaran juga terlihat beroperasi secara intensif di sekitar kawasan JIIPE Gresik, melakukan lalu-lalang dengan truk pemadam untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan.

Walaupun tim tanggap darurat telah beraksi cepat, hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Katri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai asal mula api yang memicu kebakaran di pabrik asam sulfat tersebut.

Insiden ini menarik perhatian luas, terutama setelah video kebakaran menyebar di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat adanya ledakan yang cukup besar, diiringi asap tebal yang membubung tinggi ke udara.

Baca Juga :  Mobil Toyota Corolla Terbakar di Blitar, Diduga Karena Korsleting Saat Jumper Aki

Para pekerja tampak berlarian meninggalkan lokasi kejadian, berusaha menyelamatkan diri dari bahaya yang mengancam.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak PTFI mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut.

Penyebaran video kebakaran di media sosial juga memicu kekhawatiran publik, namun pernyataan resmi dari Katri yang menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa sedikit banyak memberikan rasa lega.

Pihak PT Freeport Indonesia masih terus melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran ini.

Investigasi tersebut kemungkinan melibatkan pihak berwenang terkait untuk memastikan bahwa tidak ada unsur kelalaian dalam prosedur keselamatan di smelter tersebut.

Selain itu, perusahaan juga kemungkinan besar akan mengevaluasi ulang langkah-langkah keamanan yang ada di smelter guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Baca Juga :  Luluk Nur Hamida Kuatkan Jatim Melalui Potensi Wisata

Kawasan JIIPE Gresik, tempat kejadian berlangsung, merupakan kawasan industri yang sangat penting, dan insiden ini tentunya menjadi perhatian utama, baik bagi perusahaan maupun otoritas setempat.

Mengingat nilai strategis smelter tersebut dalam industri pertambangan dan metalurgi di Indonesia, proses pemadaman dan pemulihan operasional diperkirakan akan dilakukan dengan cepat dan hati-hati.

Meskipun kebakaran di pabrik asam sulfat PTFI ini cukup besar dan melibatkan ledakan, langkah cepat dari tim tanggap darurat berhasil mengendalikan situasi.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, meskipun penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan di tempat kerja, terutama di lingkungan industri yang rawan terhadap bahaya kebakaran.***

Berita Terkait

KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!
Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait
Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi
Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!
Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?
Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya
Update Terbaru! Isi Lengkap Putusan Mahkamah Agung Soal Suket Gibran yang Bikin Geger
Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:56 WIB

KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!

Sunday, 1 November 2026 - 11:10 WIB

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 09:45 WIB

Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!

Sunday, 1 November 2026 - 09:13 WIB

Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?

Saturday, 31 October 2026 - 08:35 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya

Berita Terbaru