Kapolri Minta Propam Bareskrim Asistensi Kasus Vina Cirebon, Apa Alasannya?

- Redaksi

Saturday, 22 June 2024 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id Kapolri Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini membicarakan kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon yang terjadi pada tahun 2016. 

Ia memerintahkan timnya untuk membantu mengatasi kasus tersebut dan meminta stafnya untuk meneliti fakta dan kebenaran kasus itu. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya kira rekan-rekan melihat bahwa terkait dengan kasus Vina, ini kan menjadi perhatian publik. Kami sudah pesan kepada Polda Jawa Barat dan juga menurunkan tim asistensi dari Propam, dari Irwasum, dari Bareskrim Polri karena memang peristiwanya yang terjadi 2016,” kata Sigit kepada wartawan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Sabtu (22/6). 

Baca Juga:

Baca Juga :  Santri Ponpes Metal Diculik, Polisi Tangkap 7 Pelaku di Gresik

Polri Bawa Barang Bukti Baru untuk Ungkap Kasus Vina Cirebon, Apa?

Meskipun sudah melalui proses persidangan dan memiliki vonis hukum yang mengikat, ia ingin semuanya diteliti dengan seksama.

“Kita minta bahwa ini menjadi perhatian publik. Hingga kita minta semuanya untuk turun melihat peristiwa yang terjadi, walaupun saat ini sebenarnya kasus tersebut sudah ada di pengadilan ya. Sudah ada putusan inkrah, kasasi, namun kami minta untuk didalami,” ucapnya.

Jenderal Sigit juga memerintahkan Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk memprioritaskan metode scientific crime investigation dalam menangani kasus Pegi Setiawan. 

“Tentunya ini ada proses yang sedang dilaksanakan oleh Polda Jawa Barat terkait penanganan Pegi ini juga menjadi perhatian publik, saya minta untuk itu juga, apabila memang betul diproses, maka alat buktinya harus cukup dan tentunya akan lebih baik apabila semuanya dilengkapi dengan scientific crime investigation,” terang Sigit

Baca Juga :  Cocok dijadikan Ide Usaha, Ini Cara Budidaya Kentang agar Untung Besar

Ia menekankan pentingnya menggunakan bukti yang tidak terbantahkan di pengadilan.

Ia juga memastikan kepada publik bahwa kasus tersebut akan ditangani dengan teliti, profesional, dan transparan untuk memberikan rasa keadilan.

Sebelumnya, Jenderal Sigit menekankan kurangnya penggunaan metode scientific crime investigation dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky yang mengakibatkan persepsi negatif dan vonis yang salah.

Ia juga menekankan pentingnya penyidik yang professional dan scientific crime investigation dalam mengungkap kasus kejahatan.

Baca Juga:

Polisi Sebut Keterangan Saka 8 Tahun Lalu Penuh Kebohongan

“Oleh karena itu, lakukan penegakan hukum secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan melalui penyidikan berdasarkan scientific crime investigation untuk mengungkap suatu perkara pidana,” imbuh Jenderal Sigit.

Baca Juga :  Hamil Tanpa Suami, Mahasiswa Sumenep Nekat Buang Bayi di Teras Masjid

Berita Terkait

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!
Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?
Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!
Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!
OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya
Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!
Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!
IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 09:20 WIB

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!

Wednesday, 21 October 2026 - 07:15 WIB

Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?

Tuesday, 20 October 2026 - 07:52 WIB

Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!

Monday, 19 October 2026 - 10:19 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!

Monday, 19 October 2026 - 10:08 WIB

OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya

Berita Terbaru