Jamaah Aolia Lebaran Dulu, Ini Kata MUI

- Redaksi

Sunday, 7 April 2024 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mbah Benu salah satu warga Gunungkidul yang sempat menggegerkan warganet (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi peringatan kepada jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul, Yogyakarta. 

Mereka menetapkan 1 Syawal 1445 H pada hari Jumat (5/4) setelah menelepon Allah SWT. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua MUI, Asrorun Ni’am, mengatakan bahwa pernyataan pimpinan jemaah Aolia, Raden Ibnu Hajar Pranolo alias Mbah Benu, merupakan suatu kesalahan sehingga perlu diingatkan. 

“Kasus di sebuah komunitas di Gunungkidul itu jelas kesalahan, perlu diingatkan. Bisa jadi dia melakukannya karena ketidaktahuan, maka tugas kita memberi tahu, kalau dia lalai, diingatkan,” kata Ni’am kepada wartawan, Sabtu (6/4).

Ni’am melihat bahwa praktik agama seperti itu bisa dikatakan sebagai penyimpangan jika dilakukan dalam kondisi kesadaran penuh. 

Baca Juga :  Sega Saturn: Permata yang Terlupakan dalam Sejarah Permainan

Menurutnya, jika mengikuti praktik yang seperti itu, hukumnya adalah haram.

“Kalau praktik keagamaan itu dilakukan dengan kesadaran dan menjadi keyakinan keagamaannya, maka itu termasuk pemahaman dan praktik keagamaan yang menyimpang, mengikutinya haram,” ujarnya

Lebih lanjut, Ni’am mengatakan bahwa puasa Ramadan merupakan suatu ibadah mahdlah dan penentuan awal dan akhir ibadah telah ditetapkan oleh syariah. 

Pelaksanaan ibadah tersebut harus berlandaskan ilmu agama dan keahlian. Bagi yang tidak memiliki ilmu dan keahlian, wajib mengikuti orang yang punya ilmu dan keahlian. 

“Tidak boleh hanya didasarkan pada kejahilan. ⁠Bagi yang tidak memiliki ilmu dan keahlian, wajib mengikuti yang punya ilmu dan keahlian. Tidak boleh menjalankan ibadah dengan mengikuti orang yang tak punya ilmu di bidangnya,” katanya

Baca Juga :  Pemuda di Gresik Pasrah Jika LC Pujaan Hatinya Menikah dengan Pria Lain

Jangan menjalankan ibadah dengan mengikuti orang yang tidak memiliki ilmu di bidangnya.

Sebelumnya putra kelima pimpinan jemaah Masjid Aolia, Daud Mastein, mengatakan bahwa pernyataan sang ayah hanya kiasan semata. 

Menurutnya, Mbah Benu mengaji dan melakukan amalan lainnya untuk menentukan awal dan akhir Ramadan serta kedatangan bulan Syawal.

Mbah Benu sendiri mengatakan bahwa pernyataannya tentang menelepon Allah SWT dalam menentukan hari Lebaran hanya istilah. 

“Terkait pernyataan saya tadi pagi tentang istilah menelepon Allah SWT itu sebenarnya hanya istilah, dan yang sebenarnya adalah perjalanan spiritual saya kontak batin dengan Allah SWT,” kata Mbah Benu dalam video.

Ia melakukan perjalanan spiritual untuk kontak batin dengan Allah SWT. Mbah Benu meminta maaf jika pernyataannya menyinggung atau tidak berkenan.

Berita Terkait

Cara Cek Desil Berapa Lewat HP: Panduan Lengkap Pakai NIK KTP
CPNS 2026 Diundur: Begini Kata Menteri PANRB!
Guru PPPK Jadi PNS: Jalan Terang Menuju Status ASN yang Lebih Pasti
Kenapa Aceh Ingin Merdeka? Ini Alasan Sejarah dan Faktor di Baliknya!
Apakah Ada Demo Hari Ini di Jakarta? Simak Fakta Sebenarnya!
24 Agustus 2026 Apakah Cuti Bersama? Ini Jawaban Resmi dari Pemerintah
Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!
Cek Fakta Terbaru: Apakah Rhoma Irama Meninggal Dunia atau Hanya Hoaks?

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 10:01 WIB

Cara Cek Desil Berapa Lewat HP: Panduan Lengkap Pakai NIK KTP

Wednesday, 19 August 2026 - 17:30 WIB

CPNS 2026 Diundur: Begini Kata Menteri PANRB!

Wednesday, 19 August 2026 - 11:11 WIB

Guru PPPK Jadi PNS: Jalan Terang Menuju Status ASN yang Lebih Pasti

Tuesday, 18 August 2026 - 11:12 WIB

Kenapa Aceh Ingin Merdeka? Ini Alasan Sejarah dan Faktor di Baliknya!

Tuesday, 18 August 2026 - 10:25 WIB

Apakah Ada Demo Hari Ini di Jakarta? Simak Fakta Sebenarnya!

Berita Terbaru