SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara mengetahui orang yang sudah terinfeksi HIV. Hingga saat ini, masih banyak miskonsepsi yang beredar di masyarakat mengenai cara mengetahui orang yang sudah terinfeksi HIV.
Banyak yang percaya bahwa status HIV seseorang bisa dilihat hanya dari penampilan fisiknya saja. Padahal, secara medis, asumsi tersebut sangatlah keliru dan bisa memicu stigma negatif.
Lantas, bagaimana cara yang benar untuk memastikannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Memahami Gejala Awal (Fase Akut)
Beberapa minggu setelah terpapar virus, sebagian orang mungkin mengalami gejala yang mirip dengan flu (faringitis). Fase ini disebut sebagai infeksi HIV akut atau sindrom retroviral akut. Gejalanya meliputi:
- Demam tinggi dan menggigil.
- Munculnya ruam kemerahan di kulit.
- Nyeri tenggorokan dan sariawan.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
Namun, gejala ini sangat umum dan bisa disebabkan oleh penyakit lain, sehingga tidak bisa dijadikan patokan tunggal.
2. Fase Asimtomatik (Tanpa Gejala)
Yang membuat HIV sulit dideteksi secara kasat mata adalah adanya fase asimtomatik. Pada tahap ini, virus tetap aktif di dalam tubuh dan terus berkembang biak, tetapi orang tersebut terlihat sangat sehat dan dapat beraktivitas normal selama bertahun-tahun (biasanya 5–10 tahun).
Tanpa pemeriksaan medis, orang tersebut bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.
3. Tes HIV: Satu-satunya Cara Pasti
Penting untuk dipahami bahwa satu-satunya cara mengetahui orang yang sudah terinfeksi HIV adalah melalui tes darah di laboratorium.
Anda tidak bisa menyimpulkan status seseorang hanya dari berat badan yang turun atau kulit yang kusam.
Beberapa jenis tes yang umum digunakan antara lain:
- Tes Antibodi: Mendeteksi protein yang dibentuk tubuh sebagai respon terhadap virus.
- Tes Antigen (p24): Dapat mendeteksi virus lebih cepat daripada tes antibodi.
- Tes NAT (Nucleic Acid Test): Mendeteksi keberadaan virus itu sendiri dalam darah dengan akurasi tinggi.
Pentingnya Deteksi Dini
Mengetahui status HIV sedini mungkin sangatlah krusial. Semakin cepat terdeteksi, penderita dapat segera mendapatkan pengobatan ARV (Antiretroviral).
Meski tidak mematikan virus sepenuhnya, ARV sangat efektif untuk menekan jumlah virus hingga ke tingkat yang tidak terdeteksi, sehingga penderita bisa memiliki kualitas hidup yang setara dengan orang sehat dan mencegah penularan ke orang lain.
Jangan mengandalkan prasangka fisik untuk menentukan kesehatan seseorang. Jika Anda atau orang terdekat merasa memiliki risiko paparan, segera lakukan konsultasi di fasilitas kesehatan atau layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing).

















