Waspadai 7 Gunung Berapi Ini Selama Musim Hujan

- Redaksi

Wednesday, 13 December 2023 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada 7 Gunung Berapi di Jawa Barat ini Selama Musim Hujan-SwaraWarta.co.id (Sumber: BBC)

SwaraWarta.co.id – Sebanyak 7 gunung berapi yang ada di Provinsi Jawa Barat ini diimbau untuk tidak dikunjungi selama musim hujan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada banyak hal alasan kenapa ketujuh gunung berapi ini harus dihindari, salah satunya kemunculan gas beracun di sekitar kawah seperti yang terjadi di Gunung Gede Pangrango, Cianjur-Sukabumi.

Gas ini sifatnya mematikan jadi sangat berbahaya bila terhirup oleh para pendaki.

Bahkan PVMBG Badan Geologi mengingatkan masyarakat, khususnya para pendaki, untuk tetap waspada terhadap aktivitas tujuh gunung berapi di Jawa Barat selama musim hujan.

Meski status ketujuh gunung berapi ini masih normal, tetapi kepada siapa pun, terutama para pendaki dituntut untuk waspada.

Karena hal itulah para petugas menyarankan agar masyarakat yang berencana mendaki untuk tidak melakukannya saat musim hujan.

Baca Juga :  Caleg PKS disebut Telah Lakukan 3 Kali Transaksi Narkoba

Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala PVMBG Hendra Gunawan di Bandung, pada Jumat (8/12).

Hendra menjelaskan bahwa tujuh gunung berapi yang perlu diwaspadai mencakup Tangkuban Perahu di Bandung, Salak di Bogor, Gede di Cianjur-Sukabumi, Guntur dan Papandayan di Garut, Galunggung di Tasikmalaya, dan Ciremai di Majalengka-Kuningan.

Menurut Hendra, adanya musim hujan dapat meningkatkan potensi gunung untuk erupsi.

“Kita juga menyarankan agar saat hujan minimal tidak mendekati kawah. Memang menyenangkan, tapi kalau bisa tahan dulu lah untuk mendaki,” tuturnya mencoba mengingatkan.

Hendra menyatakan bahwa gunung berapi yang tampak tenang justru lebih berisiko ketika didaki.

Alasannya, tingkat kewaspadaan para pendaki cenderung menurun dibandingkan saat gunung berapi sedang aktif.

Menurut Hendra, hal ini terlihat pada kasus Gunung Marapi di Sumatera Barat, yang pada kenyataannya dalam keadaan tenang.

Baca Juga :  Imbas Suap, PSS Sleman Minus 3 Poin di Liga 1 2024/2025

Bahkan beberapa hari sebelum terjadi erupsi, masih banyak pendaki yang mengabadikan kondisi di kawah gunung tersebut.

“Justru oaling berbahaya itu jika tidak ada tanda-tanda, tiba-tiba muncul asap. Sejauh ini, para pendaki merasa aman selama musim hujan, padahal risiko erupsi lebih tinggi,” ucapnya lagi.

Lebih jauh, Hendra menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan balai yang bertanggung jawab di setiap gunung berapi dan secara rutin memberikan imbauan kepada kepala daerah, masyarakat, termasuk para pendaki. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya pendakian gunung berapi yang selalu mengintai.

Beberapa risiko tersebut termasuk kondisi di mana tidak ada sinar matahari di gunung, yang dapat menyebabkan konsentrasi gas vulkanik yang berbahaya bagi pendaki dan berpotensi mengakibatkan situasi yang fatal.

Baca Juga :  Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan Sesuai Sunnah dan Syariat Islam

“Hal serupa telah terjadi di Gunung Sindoro, dan kami berharap agar kejadian tersebut tidak terulang,” tambahnya sekali lagi.

Hendra menjelaskan bahwa saat ini semua gunung berapi di Jawa Barat sedang dipantau dengan menggunakan berbagai peralatan yang memadai.

Satu gunung khusus mendapatkan perhatian lebih, yaitu Gunung Guntur di Kabupaten Garut.

Perhatian tambahan ini disebabkan oleh hasil analisis para ahli yang menunjukkan bahwa gunung berapi tersebut memiliki siklus letusan setiap 60 tahun, dan Gunung Guntur terakhir kali erupsi pada tahun 1847.

“Prediksi gunung berapi ini memang sulit. Meskipun sebenarnya, jika mengacu pada siklusnya, seharusnya sudah waktunya. Namun, faktor alam yang banyak menentukan kapan gunung bisa meletus,” tandasnya.

Jadi untuk para pendaki diimbau untuk lebih hati-hati lagi.***

Berita Terkait

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!
Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?
VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 09:04 WIB

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?

Wednesday, 9 September 2026 - 10:10 WIB

VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Monday, 7 September 2026 - 09:20 WIB

Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow

Berita Terbaru

Arti Allahumma Barik

Pendidikan

Arti Allahumma Barik: Makna, Waktu Penggunaan, dan Balasannya

Saturday, 12 Sep 2026 - 12:13 WIB

Resep Ayam Suwir Kemangi Pedas Gurih

kuliner

Resep Ayam Suwir Kemangi Pedas Gurih yang Bikin Nambah Nasi

Saturday, 12 Sep 2026 - 10:16 WIB