Donald Trump Serukan Persatuan dan Tingkatkan Kewaspadaan

- Redaksi

Monday, 15 July 2024 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donal Trump Serukan Persatuan dan Tingkatkan Kewaspadaan

Donal Trump Serukan Persatuan dan Tingkatkan Kewaspadaan

SwaraWarta.co.id – Mantan Presiden Donald Trump serukan persatuan dan tingkatkan kewaspadaan pada hari Minggu setelah upaya pembunuhan terhadapnya.

Hal itu menimbulkan ketidakpastian baru dalam kampanye presiden yang sudah penuh gejolak, sementara  Presiden Joe Biden  memohon kepada rakyat Amerika untuk “menenangkan diri” di tahap akhir dan “menyelesaikan perbedaan kita di kotak suara.”

Pernyataan para penentang itu menyusul serangan yang mengguncang sistem politik Amerika, yang menyebabkan setidaknya detente.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara dalam kampanye presiden yang memanas yang diperkirakan akan kembali berlanjut ditengah Konvensi Nasional Partai Republik yang akan datang.

Donald Trump Serukan Tingkatkan Kewaspadaan

Sehari penuh setelah penembakan, motif pelaku penembakan masih menjadi misteri.

Baca Juga :  Trump Desak Jaksa Agung New York Hentikan Kasus Penipuan Demi Persatuan Nasional

Para penyelidik mengatakan mereka yakin pelaku bertindak sendiri sebelum ditembak mati oleh agen Dinas Rahasia.

Biden memerintahkan peninjauan keamanan independen atas serangan tersebut, yang  menewaskan seorang pengamat serta melukai dua orang lainnya secara kritis.

Selain itu, memicu pertanyaan tentang bagaimana seorang pelaku penembakan dapat melepaskan tembakan dari atap gedung dekat rapat umum kampanye di Pennsylvania. FBI sedang menyelidiki penembakan tersebut  sebagai potensi aksi terorisme domestik.

Trump, calon presiden dari Partai Republik, mengatakan bagian atas telinga kanannya tembus oleh  peluru. Para pembantunya mengatakan dia dalam “semangat yang luar biasa” dan baik-baik saja.

Dia tiba di Milwaukee pada Minggu malam untuk menghadiri konvensi, yang akan dimulai pada hari Senin. Dia mengatakan kepada Washington Examiner bahwa dia telah menulis ulang pidatonya untuk acara tersebut agar lebih berfokus pada persatuan nasional daripada pada kebijakan Biden.

Baca Juga :  Kremlin Bantah Laporan Soal Komunikasi Vladimir Putin dengan Donald Trump

Dalam sebuah posting pada hari Minggu di situs media sosialnya, Trump berkata: “Pada saat ini, lebih penting dari sebelumnya bahwa kita bersatu, dan menunjukkan karakter kita yang sebenarnya sebagai orang Amerika, tetap kuat dan bertekad, dan tidak membiarkan kejahatan menang.”

Dalam pidatonya di jam tayang utama, Biden mendesak masyarakat untuk kembali berkomitmen pada perdebatan yang beradab. “Tidak ada tempat di Amerika untuk kekerasan semacam ini, untuk kekerasan apa pun” katanya. “Kita tidak bisa membiarkan kekerasan ini menjadi hal yang biasa.”

Berita Terkait

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!
Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional
VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya

Berita Terkait

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Saturday, 24 January 2026 - 08:43 WIB

Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500

Saturday, 24 January 2026 - 07:10 WIB

Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Berita Terbaru