MODERNISME, Sebagai Sebuah Narasi Besar Peradaban Manusia Ditopang Oleh Pelbagai Macam Pemikiran, Narasi Ini Sangat Kuat Menguasai Sejarah Pemikiran

- Redaksi

Monday, 23 June 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Modernisme, sebagai narasi besar peradaban manusia, telah membentuk landasan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Ia menekankan rasionalitas, universalisme, dan kemajuan melalui sains dan teknologi. Namun, pendekatan ini mendapat kritik tajam, terutama pada tahun 1970-an di Prancis, yang memunculkan Postmodernisme.

Postmodernisme muncul sebagai respons dan bahkan penolakan terhadap asumsi-asumsi dasar modernisme. Ia menawarkan paradigma baru untuk memahami realitas, ilmu pengetahuan, dan budaya. Alih-alih mencari kebenaran universal, postmodernisme mengeksplorasi keragaman perspektif dan interpretasi.

Paham-Paham Pemikiran yang Menopang Postmodernisme

Dekonstruksi

Jacques Derrida, tokoh kunci postmodernisme, mengembangkan dekonstruksi sebagai metode analisis teks. Dekonstruksi membongkar struktur makna yang dianggap tetap dan baku dalam modernisme. Ia menolak makna tunggal dan final, menekankan bahwa makna selalu terbuka, plural, dan bergantung pada konteks.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anti-Metanarasi

Jean-François Lyotard memperkenalkan “ketidakpercayaan terhadap metanarasi”. Metanarasi, seperti sains, agama, atau ideologi, mengklaim kebenaran universal. Postmodernisme menolak klaim ini, mengutamakan narasi-narasi kecil (petite narratives) yang lokal dan kontekstual.

Baca Juga :  Kebakaran Pasar Telah Menjadi Masalah yang Berulang di Indonesia, Seringkali Menyebabkan Kerusakan Signifikan Pada Infrastruktur dan Mata Pencaharian

Relativisme dan Anti-Universalisme

Postmodernisme menolak universalisme, yaitu keyakinan akan prinsip, nilai, atau kebenaran universal. Sebaliknya, ia menekankan relativisme: kebenaran, nilai, dan makna bergantung pada konteks sosial, budaya, dan historis. Tidak ada kebenaran absolut.

Kritik terhadap Rasionalisme dan Objektivitas Ilmu

Modernisme menekankan rasionalitas dan objektivitas ilmu pengetahuan. Postmodernisme mengkritik klaim ini, menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh nilai, kepentingan, dan kekuasaan. Michel Foucault, misalnya, meneliti bagaimana ilmu pengetahuan digunakan sebagai alat kekuasaan.

Intertekstualitas dan Simulakra

Roland Barthes memperkenalkan intertekstualitas, menekankan hubungan antar teks dan penolakan terhadap makna berdiri sendiri. Jean Baudrillard memperkenalkan simulakra dan hiperrealitas, di mana simulasi dan citra menggantikan realitas, menciptakan dunia hiperrealitas yang memburamkan batas antara realitas dan ilusi.

Baca Juga :  Apa yang Dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0? Simak Jawaban Berikut Ini!

Pluralisme dan Fragmentasi

Postmodernisme menekankan pluralisme, mengakui keragaman identitas, budaya, dan cara hidup. Tidak ada cara hidup yang lebih unggul. Fragmentasi, yaitu terpecahnya masyarakat ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan identitas berbeda, menjadi ciri khas era postmodern.

Anti-Fundamentalisme dan Nihilisme

Postmodernisme menentang fundamentalisme, yaitu keyakinan pada kebenaran absolut. Ia sering dikaitkan dengan nihilisme, penolakan terhadap makna, tujuan, atau nilai tetap. Namun, nihilisme postmodern bukan penolakan total, melainkan pembukaan terhadap kemungkinan makna baru yang terus berubah.

Kritik terhadap Kapitalisme Konsumen

Fredric Jameson melihat postmodernisme sebagai “logika budaya kapitalisme akhir”. Ia menganalisis bagaimana budaya postmodern dipengaruhi oleh kapitalisme konsumen, di mana segala sesuatu menjadi komoditas dan identitas dibentuk melalui konsumsi.

Kesimpulan

Postmodernisme menawarkan cara berpikir yang lebih inklusif, kritis, dan terbuka terhadap kompleksitas dunia kontemporer. Ia bukan sekadar penolakan modernisme, melainkan sebuah paradigma baru yang mengakui pluralitas perspektif dan keragaman makna. Pemahaman yang komprehensif tentang postmodernisme membutuhkan pengkajian mendalam terhadap berbagai paham pemikiran yang saling berkaitan dan kompleksitasnya.

Baca Juga :  Cara Memperingati Hari Santri yang Menarik

Perlu diingat bahwa Postmodernisme sendiri telah menjadi subjek perdebatan dan kritik. Beberapa kritikus berpendapat bahwa relativisme yang dianut postmodernisme dapat mengarah pada ketidakmampuan untuk menetapkan standar moral atau etika yang jelas. Namun, dampak dan relevansinya dalam berbagai bidang, termasuk filsafat, sastra, seni, dan ilmu sosial, tidak dapat diabaikan.

Lebih lanjut, pengaruh teknologi informasi dan globalisasi telah semakin memperumit dan memperkaya diskusi tentang postmodernisme. Munculnya media sosial dan internet, misalnya, telah menciptakan bentuk-bentuk baru dari hiperrealitas dan simulakra, menguatkan sekaligus menantang pemahaman kita tentang realitas dan identitas dalam konteks postmodern.

Berita Terkait

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!
Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!
Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan
Kenapa Harus Kembang Api? Mengungkap Sejarah dan Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
Cara Melihat Nilai TKA Secara Mandiri dengan Mudah, Simak Langkah-langkahnya!
Apa Perbedaan Imlek dan Natal: Dari Tradisi hingga Makna Spiritual
Apa Arti Keku-Keku? Mengenal Istilah Unik yang Tengah Populer
Mengenal 3 Sandi Pramuka yang Paling Sering Digunakan
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 1 January 2026 - 16:33 WIB

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Wednesday, 31 December 2025 - 08:00 WIB

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!

Tuesday, 30 December 2025 - 13:46 WIB

Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan

Wednesday, 24 December 2025 - 10:11 WIB

Kenapa Harus Kembang Api? Mengungkap Sejarah dan Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara

Wednesday, 24 December 2025 - 09:45 WIB

Cara Melihat Nilai TKA Secara Mandiri dengan Mudah, Simak Langkah-langkahnya!

Berita Terbaru

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat?

Pendidikan

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Thursday, 1 Jan 2026 - 16:33 WIB

Cara Menggunakan Mendeley dengan Mudah

Teknologi

Cara Menggunakan Mendeley dengan Mudah, Cocok untuk Pemula!

Thursday, 1 Jan 2026 - 16:27 WIB