Pemberlakuan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek untuk Atasi Lonjakan Lalu Lintas

- Redaksi

Monday, 27 January 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Diberitakan bahwa PT Jasa Marga memutuskan untuk menerapkan sistem contraflow di satu lajur pada KM 55-65 Tol Jakarta-Cikampek dari arah Cikampek.

Langkah ini diumumkan oleh Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, pada Minggu (26/1/2024).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini diambil sebagai upaya mengatasi peningkatan volume kendaraan yang terjadi menjelang libur panjang.

Menurut Ria, contraflow diberlakukan atas diskresi pihak Kepolisian untuk mengurai kemacetan yang mulai terjadi akibat tingginya jumlah kendaraan dari arah Cikampek.

Peningkatan ini disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang pekan ini.

Berdasarkan data yang dirilis PT Jasa Marga, sebanyak 178.931 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-3 libur panjang Isra Mikraj dan Imlek.

Baca Juga :  Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran

Angka tersebut merupakan total kumulatif arus lalu lintas yang tercatat di empat gerbang tol utama, yaitu:

• Gerbang Tol Cikupa untuk kendaraan menuju Merak,

• Gerbang Tol Ciawi untuk kendaraan menuju kawasan Puncak,

• Gerbang Tol Cikampek Utama untuk arah Trans Jawa,

• Gerbang Tol Kalihurip Utama untuk kendaraan menuju Bandung.

Irwansyah, perwakilan Humas Jasa Marga, menjelaskan bahwa total volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek mengalami kenaikan sebesar 11,8 persen dibandingkan dengan kondisi normal.

Sebagian besar kendaraan tercatat bergerak menuju arah timur, yaitu Trans Jawa dan Bandung, dengan jumlah 87.926 kendaraan atau sekitar 49,1 persen dari total arus kendaraan.

Sementara itu, sebanyak 52.898 kendaraan (29,6 persen) menuju arah barat, yakni Merak, dan 38.107 kendaraan (21,3 persen) menuju arah selatan atau kawasan Puncak.

Baca Juga :  Elektabilitas Tiga Pasangan Calon di Survei Terbaru SLI

Kenaikan arus kendaraan ini menunjukkan adanya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan libur panjang, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun liburan di sekitar Jabodetabek.

Penerapan contraflow di ruas tertentu Tol Jakarta-Cikampek diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan yang terjadi akibat lonjakan kendaraan.

Sistem ini memungkinkan kendaraan dari arah berlawanan untuk menggunakan salah satu lajur jalan, sehingga arus kendaraan yang lebih padat dapat terurai.

Pihak Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Selain itu, pengendara diharapkan memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan memperhatikan kecukupan bahan bakar sebelum memulai perjalanan.

Peningkatan volume kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek menjelang libur panjang mendorong PT Jasa Marga untuk memberlakukan sistem contraflow sebagai langkah strategis dalam mengatasi kemacetan.

Baca Juga :  Panduan Rekayasa Lalu Lintas di sekitar Monas pada Malam Muhasabah dan Doa

Dengan kenaikan arus kendaraan hingga 11,8 persen dari kondisi normal, kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan masyarakat menuju berbagai tujuan.

Pemudik juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti aturan yang berlaku demi keselamatan bersama.***

Berita Terkait

Mungkinkah Penghentian Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Penguatan Rupiah? Mari Kita Bedah Secara Lengkap!
Tom Bischof membawa energi muda ke lini tengah Bayern Munich
Apakah MBG Akan Dihentikan? Fakta Terbaru Program Makan Bergizi Gratis
Apakah Polres Buka Hari Sabtu? Berikut Ini Jadwal Operasionalnya!
Dua Inovasi Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDGs di Desa Segorotambak
BPJS Kelas 1 Bayar Berapa? Simak Rincian Lengkapnya di Sini!
BGN Stop Sementara Pembangunan Dapur Baru untuk MBG
Rupiah Tembus Rp18.000: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Berita Terkait

Monday, 8 June 2026 - 10:14 WIB

Mungkinkah Penghentian Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Penguatan Rupiah? Mari Kita Bedah Secara Lengkap!

Saturday, 6 June 2026 - 15:40 WIB

Tom Bischof membawa energi muda ke lini tengah Bayern Munich

Saturday, 6 June 2026 - 10:06 WIB

Apakah MBG Akan Dihentikan? Fakta Terbaru Program Makan Bergizi Gratis

Saturday, 6 June 2026 - 09:57 WIB

Apakah Polres Buka Hari Sabtu? Berikut Ini Jadwal Operasionalnya!

Friday, 5 June 2026 - 18:00 WIB

Dua Inovasi Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDGs di Desa Segorotambak

Berita Terbaru