Nilai Tukar Rupiah Turun Terhadap Dolar AS, Ternyata Ini Alasannya!

- Redaksi

Friday, 16 August 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai Tukar Rupiah Turun Terhadap Dolar AS (Dok.ist)

Nilai Tukar Rupiah Turun Terhadap Dolar AS (Dok.ist)

SwaraWarta.co.id Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada hari Jumat karena data ekonomi Amerika Serikat yang kuat.

Awalnya, rupiah turun 48 poin atau 0,31 persen menjadi Rp15.748 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.700 per dolar AS.

Baca Juga: Menjelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS terjadi setelah data ekonomi AS yang menunjukkan kondisi ekonomi yang baik.

“Indeks dolar AS rebound menyusul data ekonomi yang kuat yang mendukung perkiraan sikap yang tidak terlalu dovish dari Fed,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.

Penjualan ritel AS naik 1 persen pada Juli 2024, jauh melebihi ekspektasi pasar yang hanya 0,3 persen. Ini adalah kenaikan terbesar sejak Januari 2023, terutama pada penjualan kendaraan dan suku cadang.

Baca Juga :  Piala Asia U-23: Negara Mana Saja yang Sudah Lolos Kualifikasi?

Selain itu, klaim pengangguran awal di AS turun untuk minggu kedua berturut-turut pada pertengahan Agustus, mengurangi kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang melemah.

Jumlah klaim turun menjadi 227 ribu, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang mencapai 235 ribu.

Penurunan ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih baik daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Kondisi ini mendorong investor untuk memprediksi bahwa Federal Reserve (Fed) mungkin hanya akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September 2024, bukan 50 basis poin seperti yang diperkirakan awalnya.

“Hal ini mendorong investor untuk meningkatkan perkiraan mereka bahwa Fed akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan mendatang pada September 2024, berbeda dari konsensus untuk pemotongan suku bunga sebesar 50 bps di awal pekan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kanwil Imigrasi Jatim Buka Layanan Paspor dengan 1.079 Kuota, Cek Jadwal dan Lokasinya!

Namun, penguatan dolar AS dibatasi oleh angka produk domestik bruto (PDB) yang kuat dari Jepang dan Inggris.

Selain itu, sentimen dari Tiongkok yang menunjukkan perlambatan ekonomi juga memengaruhi mata uang Asia termasuk rupiah.

Data pengangguran yang meningkat, kontraksi investasi, dan penurunan harga perumahan di Tiongkok menambah kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi Tiongkok.

Baca Juga: Rupiah Kian Melemah, Harga-harga Siap Melambung

Di sisi lain, surplus perdagangan Indonesia pada Juli 2024 turun menjadi 0,47 miliar dolar AS dari 2,39 miliar dolar AS pada Juni 2024, yang merupakan surplus terendah sejak Mei 2023. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan impor yang signifikan.

Josua memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak antara Rp15.675 per dolar AS hingga Rp15.800 per dolar AS pada hari ini.

Berita Terkait

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui
Fakta di Balik Hilangnya Akun Instagram Ahmad Dhani yang Gemparkan Jagat Media Sosial

Berita Terkait

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Saturday, 9 May 2026 - 10:26 WIB

Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek

Berita Terbaru