Demi Keselamatan, Ibu dan Anak Korban Pemerkosaan Mengungsi ke Kandang Ayam di Pekalongan

- Redaksi

Friday, 27 June 2025 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

swarawarta.co.id – Seorang ibu dan anak perempuan dari wilayah Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, harus hidup dalam ketakutan setelah menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pria berinisial CAS yang masih satu desa dengan mereka.

Karena trauma dan ancaman yang terus menghantui, mereka akhirnya memutuskan meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat kerja sang suami di Pekalongan sebuah kandang ayam.

Kas, suami sekaligus ayah korban, mengungkap bahwa keluarganya kini tinggal di lokasi kerja sederhana itu untuk mencari perlindungan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, istrinya diperkosa oleh pelaku di hadapan anak-anak mereka pada akhir April 2025.

Sementara itu, putri mereka yang masih remaja juga mengalami pelecehan seksual berulang kali, dengan kejadian terakhir terjadi pada awal Mei.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Civil Engineer PT Pertamina Training and Consulting (PTC) Pekalongan Tahun 2025 (Lamar Sekarang)

Menurut pengakuan Kas, rumah mereka yang terbuat dari kayu papan cukup mudah diakses meski dalam keadaan terkunci. Hal itulah yang diduga memudahkan pelaku melakukan aksinya pada malam hari.

“Dilakukan di rumah semua, saat malam. Kalau anak saya saat anak saya sendirian, istri pas di luar rumah,” katanya.

Mondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat mereka tidak memiliki pilihan selain mengungsi ke tempat seadanya demi keselamatan.

Kas mengaku baru mengetahui peristiwa memilukan ini sekitar sebulan lalu. Sebelumnya, istri dan anaknya memilih diam karena diancam akan dibunuh oleh pelaku jika mereka berani bercerita.

Setelah keduanya akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara, Kas langsung membawa mereka pergi menjauh dari desa untuk menghindari bahaya lebih lanjut.

Berita Terkait

Gugatan Cerai Maia Estianty: Kronologi, Tudingan, dan Fakta Hukum yang Jarang Terungkap
Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Berencana terhadap Wanita Berusia 60 Tahun di Pekanbaru
MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, Negara Hemat Anggaran Hingga Rp50 Triliun Setahun
Kapan Hardiknas? Ini Tanggal, Sejarah, dan Makna Hari Pendidikan Nasional
Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru
Kapan Nilai TKA SD Keluar? Ini Jadwal Resmi dan Cara Ceknya
Purbaya Akui Belum Tahu Sumber Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Program Ambisius Ini Jadi Tanda Tanya
TPG April 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Pencairan Tunjangan Profesi Guru Bulan Ini

Berita Terkait

Saturday, 2 May 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Cerai Maia Estianty: Kronologi, Tudingan, dan Fakta Hukum yang Jarang Terungkap

Friday, 1 May 2026 - 09:44 WIB

Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Berencana terhadap Wanita Berusia 60 Tahun di Pekanbaru

Wednesday, 29 April 2026 - 06:24 WIB

MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, Negara Hemat Anggaran Hingga Rp50 Triliun Setahun

Tuesday, 28 April 2026 - 09:41 WIB

Kapan Hardiknas? Ini Tanggal, Sejarah, dan Makna Hari Pendidikan Nasional

Monday, 27 April 2026 - 18:28 WIB

Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru

Berita Terbaru