Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

- Redaksi

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkatan Laut Republik Islam

Angkatan Laut Republik Islam

SwaraWarta.co.id – Angkatan Laut Republik Islam Iran dilaporkan telah menempatkan kesiapannya dalam status siaga tinggi penuh menyusul pengerahan kekuatan tempur Amerika Serikat ke Timur Tengah.

Situasi ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan panjang antara kedua negara, dengan risiko konflik terbuka yang semakin nyata.

Pemicu: Pengerahan Armada Tempur AS

Eskalasi ini dipicu oleh pergerakan signifikan angkatan laut Amerika Serikat. Pentagon telah memerintahkan Gugus Tugas Kapal Induk USS Abraham Lincoln, beserta tiga kapal perusak pendamping, untuk berlayar menuju kawasan Timur Tengah. Armada ini sebelumnya berada di Laut China Selatan dan saat ini telah melintas di Samudra Hindia dalam perjalanannya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan armada ini akan menambah sekitar 5.700 personel militer AS di kawasan, yang akan bergabung dengan kapal-kapal tempur AS yang sudah berlabuh di Bahrain dan yang beroperasi di Teluk Persia. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengonfirmasi pergerakan “armada” ini ke arah Iran, sambil menyampaikan peringatan keras agar Teheran tidak mengaktifkan kembali program nuklirnya.

Baca Juga :  G-Dragon Siap Guncang Jakarta 26 Juli, Tiket Umum Tersedia Mulai Hari Ini

Respons Tegas dan Pernyataan Siaga Tinggi Iran

Menghadapi pengerahan kekuatan AS, pejabat Iran menegaskan sikap siaga tinggi penuh dan kesiapan untuk merespons keras. Seorang pejabat Iran, seperti dikutip media, menyatakan bahwa negaranya “tidak akan membedakan jenis serangan” dan akan menganggap setiap tindakan militer, baik terbatas maupun kinetik, sebagai “perang habis-habisan”.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa Iran akan membalas setiap pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorialnya. Pejabat itu menambahkan, “Kami akan merespons sekeras mungkin untuk menyelesaikannya,” meski menolak memerinci bentuk respons spesifik yang akan diambil. Sikap ini merupakan bagian dari pola respons Iran yang konsisten terhadap tekanan militer AS di kawasan.

Konteks Strategi Pertahanan AS yang Berubah

Pengerahan militer ini terjadi dalam kerangka Strategi Pertahanan Nasional (NDS) AS tahun 2026 yang baru dirilis. Dokumen strategis ini menandai pergeseran penting dengan hampir tidak menyebut-nyebut teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) untuk pertempuran, hipersonik, atau kuantum, yang menjadi sorotan strategi sebelumnya.

Baca Juga :  Tinggalkan Bau Harum, PNS di Bantul Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebaliknya, NDS 2026 terfokus pada empat upaya utama: mempertahankan tanah air AS, membendung pengaruh China di Indo-Pasifik, meningkatkan pembagian beban dengan sekutu, dan “menyuapi” pangkalan industri pertahanan dalam negeri. Pendekatan ini mencerminkan filosofi “America First” yang lebih defensif, dengan penekanan pada kapasitas produksi massal daripada keunggulan teknologi mutakhir.

Dampak dan Prospek Kawasan Timur Tengah

Ketegangan ini memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah yang sudah rapuh. AS mengoperasikan sejumlah pangkalan militer besar di kawasan, termasuk Pangkalan Al Udeid di Qatar yang menjadi markas besar terdepan Komando Pusat AS.

Para pengamat khawatir bahwa insiden kecil di laut, seperti yang pernah terjadi di masa lalu, dapat dengan cepat memicu konflik terbuka mengingat tingkat kesiapan dan retorika dari kedua belah pihak. Keputusan untuk menembak atau tidak di tengah gesekan di laut sering kali bergantung pada komando pusat dan ketenangan di lapangan, dalam situasi di mana batas antara damai dan perang sangat tipis.

Baca Juga :  Ma'ruf Amin Kunjungan ke IKN : Udaranya Enak

 

Berita Terkait

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”
Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026
Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!

Berita Terkait

Friday, 30 January 2026 - 15:01 WIB

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”

Thursday, 29 January 2026 - 15:08 WIB

Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Berita Terbaru