6 Jenis Pekerjaan Ini Sulit Digantikan oleh AI, Nomor 4 Paling Tak Terduga!

- Redaksi

Saturday, 26 July 2025 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenis Pekerjaan Ini Sulit Digantikan oleh AI

Jenis Pekerjaan Ini Sulit Digantikan oleh AI

SwaraWarta.co.id – Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kecerdasan buatan (AI) semakin mengambil alih berbagai tugas manusia.

Namun, tidak semua pekerjaan bisa digantikan oleh AI. Ada sejumlah profesi yang membutuhkan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kompleks yang hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Berikut adalah 6 pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh AI:

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Psikolog dan Konselor

Pekerjaan ini sangat bergantung pada empati, pemahaman emosional, dan interaksi manusia yang mendalam. AI mungkin bisa menganalisis data perilaku, tetapi tidak mampu menggantikan perasaan aman dan nyaman saat seseorang berbicara dengan manusia yang mengerti perasaannya.

  1. Guru dan Dosen

Mengajar bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, memotivasi, dan memahami kebutuhan siswa secara individual. AI bisa membantu dalam proses pembelajaran, namun peran guru sebagai pembina karakter dan pendidik tidak bisa tergantikan.

  1. Seniman dan Pekerja Kreatif

Profesi seperti penulis, pelukis, musisi, hingga sutradara film membutuhkan kreativitas orisinal dan ekspresi pribadi yang unik. Meskipun AI dapat menghasilkan karya seni, sentuhan manusia tetap menjadi pembeda utama dalam karya yang memiliki makna mendalam.

  1. Pekerja Sosial

Pekerjaan ini membutuhkan interaksi langsung dengan masyarakat yang rentan, di mana empati, pemahaman situasi sosial, dan kemampuan mengambil keputusan secara manusiawi sangat penting. AI tidak bisa merasakan penderitaan atau memahami konteks sosial dengan sempurna.

  1. Tenaga Medis (Dokter dan Perawat)

AI dapat membantu dalam diagnosis, namun keputusan akhir, rasa empati saat menangani pasien, serta komunikasi efektif dalam situasi darurat tetap membutuhkan manusia.

Baca Juga :  6 Redmi 2 Jutaan, Harga Murah dengan Fitur Tidak Murahan

Terlebih, perawat dan dokter memberikan dukungan emosional yang tidak bisa ditiru oleh mesin.

  1. Pemimpin Organisasi dan Negarawan

Keputusan strategis yang melibatkan nilai moral, etika, dan kemanusiaan tidak bisa diproses hanya dengan logika algoritma. Pemimpin sejati memerlukan intuisi, pengalaman, dan jiwa kepemimpinan yang belum bisa ditiru oleh AI.

Meskipun AI terus berkembang, ada batasan yang tidak bisa dilewati oleh teknologi. Pekerjaan yang melibatkan empati, kreativitas, dan kepemimpinan tetap menjadi domain manusia. Jadi, pengembangan soft skill dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi semakin penting untuk masa depan yang tidak tergantikan oleh mesin.

 

Berita Terkait

Perbedaan iPhone Inter dan iBox: Mana yang Lebih Worth It?
Cara Menggunakan Warplane Proxy untuk Akses Internet Aman dan Cepat
Cara Mendapatkan Uang dari Instagram: Strategi Cuan di Era Digital
4 Cara Menonaktifkan YouTube Shorts dengan Mudah dan Efektif
Kesal dengan Iklan? Ini Cara Menghilangkan Iklan di HP Redmi Terbaru!
Cara Bayar PayLater TikTok dengan Mudah agar Skor Kredit Tetap Aman
Cara Cek Chat WA yang Sudah Dihapus: Trik Ampuh yang Jarang Diketahui
Cara Transfer DANA ke BCA: Praktis, Cepat, dan Aman

Berita Terkait

Friday, 20 February 2026 - 11:04 WIB

Perbedaan iPhone Inter dan iBox: Mana yang Lebih Worth It?

Friday, 20 February 2026 - 09:32 WIB

Cara Menggunakan Warplane Proxy untuk Akses Internet Aman dan Cepat

Friday, 20 February 2026 - 09:22 WIB

Cara Mendapatkan Uang dari Instagram: Strategi Cuan di Era Digital

Wednesday, 18 February 2026 - 11:00 WIB

4 Cara Menonaktifkan YouTube Shorts dengan Mudah dan Efektif

Tuesday, 17 February 2026 - 07:22 WIB

Kesal dengan Iklan? Ini Cara Menghilangkan Iklan di HP Redmi Terbaru!

Berita Terbaru

Perbedaan iPhone Inter dan iBox

Teknologi

Perbedaan iPhone Inter dan iBox: Mana yang Lebih Worth It?

Friday, 20 Feb 2026 - 11:04 WIB