Gumpalan Awan Jatuh di Kalteng, BMKG Angkat Bicara

- Redaksi

Sunday, 17 November 2024 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gumpalan awan jatuh
(Dok. Ist)

Gumpalan awan jatuh (Dok. Ist)

Swarawarta.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa benda putih yang terlihat mengambang dan perlahan turun ke permukaan tanah di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, bukanlah gumpalan awan jatuh, melainkan kemungkinan besar adalah gumpalan uap.

Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh sejumlah pekerja pertambangan di Muara Tuhup, Murung Raya, Kalimantan Tengah, dan terekam dalam sebuah video amatir berdurasi lebih dari satu menit yang kemudian tersebar luas di media sosial pada Jumat (15/11) sore.

“Fenomena tersebut kemungkinan besar bukan awan alami, melainkan kondensasi uap air atau gas akibat aktivitas manusia yang terjadi di wilayah pertambangan,” kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani di Jakarta, Sabtu (16/11)

Dalam video tersebut, fenomena tersebut digambarkan seolah-olah awan sedang turun ke tanah.

Menurut penjelasan dari BMKG, Andri mengungkapkan bahwa awan tidak bisa jatuh dalam bentuk gumpalan padat karena partikel-partikel dalam awan sangat ringan dan tersebar dengan kerapatan rendah.

Awan sendiri terdiri dari tetesan air atau kristal es yang sangat kecil dan ringan, sehingga tetap berada di atmosfer berkat adanya arus udara yang mendukung.

Ia menjelaskan bahwa partikel awan biasanya akan menguap sebelum mencapai tanah, terutama jika terjadi perubahan dalam kondisi lingkungan.

Oleh karena itu, fenomena yang terjadi di Murung Raya kemungkinan besar bukanlah awan alami, melainkan uap kondensasi yang terbentuk akibat aktivitas operasional atau teknis di lokasi.

Baca Juga :  Mahfud Md. Kritik Penggunaan Surat Berkop Menteri untuk Acara Pribadi

Menurut BMKG, kondisi tersebut bisa muncul akibat pelepasan gas bertekanan tinggi dari aktivitas tambang yang bertemu dengan suhu rendah dan kelembapan tinggi, sehingga menciptakan uap yang terlihat seperti awan.

Fenomena ini terjadi karena uap atau gas yang dilepaskan bergerak ke area yang lebih rendah karena gravitasi atau densitasnya yang lebih berat dibandingkan udara di sekitarnya.

“Uap atau gas ini sering kali lebih padat daripada awan alami, sehingga tampak seperti bisa disentuh atau dipegang. Namun, ini hanyalah efek visual, karena sebenarnya yang terlihat hanyalah gumpalan uap yang bersifat sementara,” jelasnya.

BMKG juga menegaskan bahwa fenomena ini tidak berbahaya dan bersifat sementara, sehingga masyarakat, terutama yang berada di sekitar lokasi penemuan, tidak perlu khawatir karena ini bukan pertanda adanya gangguan alam.

Baca Juga :  Belum Punya KKS Tenang, PT Pos Mulai Salurkan Bansos PKH & BPNT untuk KPM Non Rekening, Simak Jadwal Resminya

Berita Terkait

Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!
Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!
OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya
Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!
Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!
IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya
Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran
Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 07:52 WIB

Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!

Monday, 19 October 2026 - 10:19 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!

Monday, 19 October 2026 - 10:08 WIB

OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya

Monday, 19 October 2026 - 09:47 WIB

Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!

Sunday, 18 October 2026 - 10:30 WIB

Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!

Berita Terbaru