Luhut Binsar Panjdaitan: Pasangan Prabowo-Gibran adalah Lambang Harapan Bagi Kemajuan Indonesia

- Redaksi

Wednesday, 25 October 2023 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

SwaraWarta.co.id Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menjalani pemulihan di Singapura sambil memantau peristiwa politik di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu hal yang mencuri perhatiannya adalah pengumuman kolaborasi antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Dalam catatan yang ia unggah di akun Instagram resminya, Luhut menyampaikan pandangannya.

Catatan tersebut dimulai dengan Luhut mengucapkan selamat kepada Menko Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md, yang telah diumumkan sebagai calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo. 

Dia juga memberikan penghormatan kepada Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Baca Juga :  Semburan Air Tak Terduga di Sampang: Pemilik Sumur Bor Mengungsi

Namun, perhatian utama Luhut adalah pengumuman kolaborasi antara Prabowo dan Gibran sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. 

Menurut Luhut, banyak yang menyambut kolaborasi ini dengan optimisme, meskipun masih ada yang merasa ragu. 

Luhut mengingatkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi, asalkan tidak disertai dengan fitnah dan cacian.

Luhut menekankan pentingnya berbicara dengan sopan dalam menyampaikan perbedaan pendapat. Ia berbagi pengalaman panjangnya dalam dunia politik dan menyatakan bahwa setiap keputusan yang diambil di arena politik selalu didasari oleh pertimbangan yang matang.

Menurut Luhut, pasangan Prabowo-Gibran adalah simbiosis antara kebijaksanaan dan semangat muda yang terpadu dengan sempurna. 

Baca Juga :  Timnas Portugal Bantai Luksemburg dengan Skor Telak 9-0 Tanpa Balas

Dia melihatnya sebagai persatuan yang menggabungkan pengalaman dan energi baru.

Luhut mengingatkan bahwa persatuan dan kerja sama telah terbukti sebagai kunci kemajuan bangsa. Ia melihat semangat persatuan dan kolaborasi ini tercermin dalam duet Prabowo-Gibran.

Luhut, seorang tokoh senior dari Partai Golkar, melihat duet Prabowo-Gibran sebagai simbol harapan untuk kemajuan Indonesia. 

Mereka menciptakan sinergi antara persatuan dan percepatan dalam membangun bangsa secara berkelanjutan.

“Dalam sejarah kita, persatuan dan kolaborasi telah terbukti sebagai kunci kemajuan bangsa. Ini juga yang saya lihat dari pasangan Prabowo-Gibran: simbol harapan untuk kemajuan Indonesia, sebuah sinergi antara persatuan dan percepatan dalam melanjutkan pembangunan berkelanjutan yang saat ini tengah kita persiapkan,” ujar Luhut.

Baca Juga :  Menara Komunikasi Militer Israel Digempur Hamas, Jalur Gaza Semakin Mencekam

Berita Terkait

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terbaru