Miris Gadis Di Madiun Diperkosa Ayah Kandung, Kakek dan Juga Pamannya

- Redaksi

Wednesday, 25 October 2023 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perempuan menangis (Dok.Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Seorang gadis berinisial AP (17) di Madiun menceritakan bahwa dirinya menjadi korban pemerkosaan. Misinya pelaku adalah ayah kandung korban, kakek dan juga pamannya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pengakuan AP dirinya telah dicabuli oleh ketiga pelaku selama lima hari berturut-turut sejak tanggal 1-5 Agustus 2023. 

Perbuatan keji tersebut terungkap setelah Budi Santoso selalu koordinator LSM WKR (Wahana Komunikasi Rakyat) mendapatkan laporan dari warga bahwa terdapat seorang gadis yang ditemukan di masjid dalam keadaan linglung.

Saat ditemukan warga, AP juga tidak membawa identitas. Saat dimintai keterangan, korban mengaku tidak berani kembali ke rumah karena takut dicabuli oleh ayahnya, kakek dan juga pamannya.

Baca Juga :  Viral, Beredar Sejoli Mesum di Taman Semeru

Saat ditemui awak media, Budi Santoso mengungkapkan bahwa korban di perkosa oleh kakeknya saat tidur siang. Tidak hanya itu saja, di malam hari korban kembali diperkosa oleh pamannya sendiri.

Kemudian saat menjelang subuh, korban kembali diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri.

“Pada tanggal 1 Agustus 2023 lalu, korban ini pas tidur siang diperkosa oleh kakeknya, kemudian pada malam harinya ganti pamannya, kemudian subuh ganti ayahnya.” Ungkap Budi Santoso pada hari Senin, (23/10).

Kepada pihak kepolisian, korban mengaku bahwa kejadian pemerkosaan tersebut dilakukan selama 5 hari berturut-turut. Selain itu, para pelaku memperkosa korban saat kondisi rumah sedang sepi.

“Perbuatan tersebut dilakukan oleh ketiga pelaku pas waktu rumah dalam kondisi sepi. Jadi pas ayahnya memperkosa korban kakek dan pamannya tidak tahu, begitu pula sebaliknya,”unkap Budi.

Baca Juga :  Perayaan Tahun Baru di Bundaran HI jadi Berkah Tersendiri bagi Penjual

Sebelumnya, korban sempat melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Namun karena tidak ada bukti yang jelas, sehingga polisi tidak bisa menindaklanjuti kasus tersebut.

Korban sendiri memang tinggal dengan ketiga pelaku, sebab ibu korban sudah meninggalkannya sejak korban dilahirkan. Ibu korban telah menikah dengan laki-laki lain.

“Kalau korban memang tinggal satu rumah dengan ketiga pelaku. Sedangkan ibu kandung korban telah meninggalkannya sejak korban baru dilahirkan dan menikah lagi dengan laki-laki,”imbuhnya.

Awalnya korban memang tidak memiliki identitas, namun masyarakat setempat mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan identitas korban

“Awalnya memang korban tak memiliki identitas apapun, lalu kami perjuangkan akhirnya mendapat identitas korban berupa surat KK dari kelurahan dan kecamatan,” ungkap Budi Menjelaskan.

Baca Juga :  Dewan Pers Kecam Teror Kepala Babi ke Tempo, Minta Dilaporkan ke Aparat

Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Madiun. Hal ini juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Maghribi Agung Saputra yang mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan tahap penyelidikan.

“Kita masih tahap penyelidikan,” ungkap Agung pada hari Selasa, (24/10).

Berita Terkait

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap
Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!
Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK? Ini Fakta dan Aturan Terbarunya
Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus dan Keluarkan Lava Panas
Keracunan MBG Lasem Rembang: Kronologi 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Sunday, 6 September 2026 - 12:07 WIB

Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!

Sunday, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Saturday, 5 September 2026 - 14:49 WIB

Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!

Saturday, 5 September 2026 - 10:14 WIB

Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK? Ini Fakta dan Aturan Terbarunya

Berita Terbaru