2 Orang ditemukan Tewas Akibat Terseret Banjir Riau

- Redaksi

Tuesday, 2 January 2024 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi banjir yang menggenang rumah warga
( Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Dua orang meninggal akibat banjir di beberapa daerah di Riau. Korban meninggal karena terseret kuatnya aliran banjir. 

Menurut detikSumut pada Senin (1/1/2024), korban pertama adalah Sariman (63). Ia ditemukan meninggal di parit jalan lintas Sekelapas Rantau Kopar, Rokan Hilir. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kejadian kemarin sekira pukul 10.00 WIB warga bernama Riduanto melintas pakai pompong hendak bekerja. Ia melihat ada helm mengapung di air dan jaraknya dari jalan aspal sekitar 5 meter,” kata Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudianto, Senin (1/1/2024).

Kemudian, seorang pria terjebak di tanaman duri dan kayu, namun helm masih terpasang, membuat Riduanto curiga.

Baca Juga :  Gegara Masalah Kayu, Pria di Probolinggo Tega Bacok Ponakannya Sendiri

Di Pekanbaru, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang bernama Rizki Ramadhan dilaporkan tenggelam di Sungai Kelulut yang selebar 4 meter, di Marpoyan Damai. 

Riduanto melihat ada pria yang terjebak di tanaman dengan helm yang masih terpasang, dan langsung memberitahu perangkat Desa Sekapas. 

Selanjutnya, pejabat desa tersebut melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas. Selain mayat, polisi juga menemukan sepeda motor milik korban. 

“Anggota kita lalu turun dan mengecek ke lokasi. Korban lalu dibawa ke Puskesmas dan hasil visum tidak ada ditemukan luka atau tanda kekerasan. Warga mengatakan sempat bertemu korban pagi sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Andrian.

Diduga, korban meninggal karena jatuh saat melewati banjir di jalan lintas Sekelapas.

Baca Juga :  Kesal Sungai Dijadikan Pembuangan Limbah Tambang, Warga Labuhan Haji Bakar Alat Berat

“Kami imbau pengendara jika kondisi jalan banjir atau tergenang cukup dalam jangan menerobos. Ini semua demi keselamatan bersama,” imbau Andria

Sementara itu, anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Rizki Ramadhan tenggelam di Sungai Kelulut yang selebar 4 meter, di Marpoyan Damai, Pekanbaru. 

“Berdasarkan keterangan teman bermain korban, pada Pukul16.30 WIB di saat hari hujan korban dan teman lainnya bermain mandi hujan. Kemudian pergi mandi ke Sungai Kelulut atau parit yang melintasi perumahan yang berukuran lebar 4 meter,” terang Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana.

Ketika mereka mulai mandi di sungai, teman Rizki masuk ke sungai terlebih dahulu, disusul oleh korban dan teman-temannya. 

Baca Juga :  Berburu Tiket Diskonan Maskapai Berikut Ini Untuk Liburan Natal dan Tahun Baru! Siapa Takut

Namun, tidak lama kemudian, korban menuju pusat aliran sungai dan dilarang oleh teman-temannya. 

Sayangnya, korban masih tetap pergi ke pusat sungai, di mana aliran sungai sangat deras dan membuat korban tenggelam.

“Sekira pukul 04.00 WIB korban sudah ditemukan oleh BPBD Kota Pekanbaru. Korban tenggelam ditemukan di wilayah Sungai Kelulut Jalan Sekolah, Sidomulyo Barat dalam kondisi meninggal dunia,” kata Berry.

Berita Terkait

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terbaru