Sebutkan 2 Pandangan Terhadap Keberlakuan HAM di Dunia

- Redaksi

Thursday, 1 May 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebutkan 2 Pandangan Terhadap Keberlakuan HAM di Dunia

Sebutkan 2 Pandangan Terhadap Keberlakuan HAM di Dunia

SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan membahas soal mengenai sebutkan 2 pandangan terhadap keberlakuan HAM di dunia. Isu Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan fondasi penting dalam tatanan global modern.

Kendati demikian, implementasi dan keberlakuannya di seluruh dunia tidaklah seragam.

Terdapat beragam perspektif yang membentuk bagaimana negara, organisasi internasional, dan individu memandang dan memperlakukan HAM.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara garis besar, kita dapat mengidentifikasi dua pandangan utama yang mendominasi diskursus mengenai keberlakuan HAM secara global: Universalisme HAM dan Relativisme Kultural.

  1. Universalisme HAM: Keyakinan akan Nilai-Nilai HAM yang Berlaku Universal

Pandangan universalisme HAM meyakini bahwa hak-hak asasi manusia adalah inheren bagi setiap individu, terlepas dari latar belakang budaya, agama, kewarganegaraan, atau sistem politiknya.

Perspektif ini berakar pada gagasan bahwa ada nilai-nilai fundamental yang bersifat universal dan harus dihormati di mana pun.

Baca Juga :  Contoh Soal UTS PAI Kelas 9 Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2025

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) tahun 1948 sering dianggap sebagai tonggak utama pandangan ini, yang mendeklarasikan serangkaian hak yang dianggap fundamental bagi seluruh umat manusia.

Para pendukung universalisme berpendapat bahwa HAM adalah indivisible dan interdependent, artinya semua hak saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.

Mereka menekankan pentingnya standar internasional dan mekanisme pengawasan untuk memastikan bahwa negara-negara mematuhi norma-norma HAM yang telah disepakati secara global.

Intervensi kemanusiaan dalam kasus pelanggaran HAM berat seringkali didasarkan pada pandangan ini, dengan argumen bahwa komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk melindungi individu dari kekejaman, di mana pun mereka berada.

  1. Relativisme Kultural: Penekanan pada Konteks Budaya dan Lokal

Berbeda dengan universalisme, relativisme kultural menekankan bahwa pemahaman dan penerapan HAM sangat dipengaruhi oleh konteks budaya, sejarah, dan nilai-nilai lokal suatu masyarakat.

Baca Juga :  Cara Nabi Muhammad SAW Minum Air dan Manfaatnya Menurut Sains

Para pendukung pandangan ini berargumen bahwa tidak ada satu set nilai HAM yang dapat diterapkan secara universal tanpa mempertimbangkan perbedaan-perbedaan signifikan antar budaya.

Mereka menyoroti potensi terjadinya imperialisme budaya jika nilai-nilai HAM dari satu budaya dipaksakan kepada budaya lain.

Relativisme kultural tidak serta merta menolak gagasan HAM, namun lebih menekankan pada interpretasi dan implementasi HAM yang sensitif terhadap konteks lokal.

Mereka berpendapat bahwa setiap masyarakat memiliki caranya sendiri dalam memahami dan melindungi martabat manusia, dan standar HAM internasional harus mengakomodasi keragaman ini. Contohnya, praktik-praktik budaya tertentu yang mungkin dianggap melanggar standar HAM universal oleh sebagian pihak, dapat dipandang memiliki makna dan justifikasi tersendiri dalam konteks budaya asalnya.

Baca Juga :  Bertemu dengan Menlu Palestina, Menlu RI Tolak Relokasi Warga Gaza ke Indonesia

Dinamika dan Tantangan

Perdebatan antara universalisme dan relativisme kultural merupakan dinamika yang berkelanjutan dalam wacana HAM global. Meskipun DUHAM dan berbagai instrumen HAM internasional lainnya menjadi landasan normatif yang kuat bagi universalisme, tantangan implementasi di berbagai konteks budaya tetap menjadi isu krusial.

Upaya untuk menjembatani kedua pandangan ini terus dilakukan melalui dialog antar budaya, penyesuaian standar HAM dengan konteks lokal tanpa mengorbankan prinsip-prinsip fundamental, dan penegakan HAM yang dilakukan dengan mempertimbangkan sensitivitas budaya.

Memahami kedua pandangan ini penting untuk menganalisis berbagai isu HAM di dunia dan mencari solusi yang efektif dan adil dalam menegakkan martabat dan hak setiap individu. Perjalanan menuju penghormatan HAM yang universal memerlukan keseimbangan antara prinsip-prinsip fundamental dan penghargaan terhadap keragaman budaya manusia.

 

Berita Terkait

Kreasi Puisi tentang Ramadhan 2026 untuk Anak SD: Kreatif, Unik & Menyenangkan
Renungan Kata Mutiara Ramadhan 2026 Islami Paling Menyentuh, Referensi Sambut Datangnya Bulan Ramadhan Meriah
Jurnal Ramadhan 2026: Desain Unik Kekinian & Ide Tema Jurnal Kegiatan Menyambut Ramadhan Penuh Keberkahan
Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4
Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat Penuh Makna tentang Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan 1447 H
Mengenal Pavane: Arti, Sejarah, dan Pesona Tarian Klasik yang Megah
KJP Plus Bulan Maret 2026 Kapan Cair Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Cara Cek Terbaru
Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!

Berita Terkait

Wednesday, 25 February 2026 - 11:52 WIB

Kreasi Puisi tentang Ramadhan 2026 untuk Anak SD: Kreatif, Unik & Menyenangkan

Wednesday, 25 February 2026 - 11:40 WIB

Renungan Kata Mutiara Ramadhan 2026 Islami Paling Menyentuh, Referensi Sambut Datangnya Bulan Ramadhan Meriah

Wednesday, 25 February 2026 - 11:35 WIB

Jurnal Ramadhan 2026: Desain Unik Kekinian & Ide Tema Jurnal Kegiatan Menyambut Ramadhan Penuh Keberkahan

Tuesday, 24 February 2026 - 06:32 WIB

Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4

Sunday, 22 February 2026 - 17:20 WIB

Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat Penuh Makna tentang Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan 1447 H

Berita Terbaru

Cara Membayar Fidyah Puasa untuk Ibu Hamil

Lifestyle

Cara Membayar Fidyah Puasa untuk Ibu Hamil yang Perlu Dipahami

Wednesday, 25 Feb 2026 - 13:34 WIB

Bisnis Takjil Modal Kecil

Bisnis

22 Bisnis Takjil Modal Kecil: Peluang Cuan di Bulan Ramadhan

Wednesday, 25 Feb 2026 - 13:21 WIB