Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Tuliskan dan Jelaskan Dua Jenis Pajak yang Diterapkan oleh VOC?

 

Dua Jenis Pajak yang Diterapkan oleh VOC
Dua Jenis Pajak yang Diterapkan oleh VOC


SwaraWarta.co.id – Tuliskan dan jelaskan dua jenis pajak yang diterapkan oleh VOC yang harus kamu ketahui.

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang Belanda yang berkuasa di Nusantara pada abad ke-17 hingga 18, menerapkan berbagai kebijakan untuk memaksimalkan keuntungan mereka.

Salah satu kebijakan yang paling membebani rakyat adalah penerapan berbagai jenis pajak. Dua jenis pajak yang paling menonjol adalah Contingenten dan Verplichte Leverantie.

Berikut ini Dua Jenis Pajak yang Diterapkan oleh VOC:

1. Contingenten: Pajak Hasil Bumi yang Menindas

Contingenten adalah pajak yang dibebankan kepada rakyat pribumi dalam bentuk hasil bumi.

Setiap daerah memiliki kewajiban untuk menyetorkan sejumlah hasil bumi tertentu, seperti beras, kopi, lada, atau rempah-rempah lainnya, kepada VOC.

Besaran pajak ini ditentukan sepihak oleh VOC tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi atau hasil panen rakyat.

Penerapan Contingenten sangat merugikan rakyat. Mereka seringkali terpaksa menyerahkan sebagian besar hasil panen mereka kepada VOC, sehingga hanya sedikit yang tersisa untuk kebutuhan hidup mereka sendiri.

Jika gagal memenuhi kewajiban Contingenten, rakyat akan dikenai sanksi berat, seperti kerja paksa atau penyitaan harta benda.

Baca juga: Tuliskan dan Jelaskan Langkah-langkah yang Dilakukan J.P.Coen

2. Verplichte Leverantie: Monopoli Perdagangan yang Mencekik

Verplichte Leverantie adalah kebijakan yang mewajibkan rakyat untuk menjual hasil bumi mereka hanya kepada VOC dengan harga yang telah ditetapkan.

VOC memonopoli perdagangan hasil bumi, sehingga rakyat tidak memiliki pilihan lain selain menjual hasil panen mereka dengan harga murah kepada VOC.

Kebijakan ini sangat merugikan rakyat karena harga yang ditetapkan VOC jauh lebih rendah dari harga pasar. Akibatnya, rakyat hanya mendapatkan sedikit keuntungan dari hasil panen mereka. 

Selain itu, VOC juga seringkali menunda pembayaran, sehingga rakyat harus menunggu lama untuk mendapatkan uang mereka.

Dampak Pajak VOC terhadap Rakyat

Penerapan Contingenten dan Verplichte Leverantie sangat membebani rakyat Nusantara. Mereka hidup dalam kemiskinan dan kesulitan karena sebagian besar hasil panen mereka diambil oleh VOC. 

Kondisi ini diperparah dengan adanya sanksi berat bagi mereka yang gagal memenuhi kewajiban pajak.

Pajak-pajak VOC juga menghambat perkembangan ekonomi rakyat. Mereka tidak memiliki insentif untuk meningkatkan produksi karena sebagian besar hasil panen mereka akan diambil oleh VOC. 

Hal ini menyebabkan stagnasi ekonomi dan keterbelakangan di berbagai daerah di Nusantara.

Pajak-pajak yang diterapkan VOC merupakan bentuk eksploitasi terhadap rakyat Nusantara. Kebijakan ini menunjukkan bagaimana VOC lebih mementingkan keuntungan mereka sendiri daripada kesejahteraan rakyat.

Meskipun VOC telah lama hilang dari Nusantara, dampak dari kebijakan pajak mereka masih terasa hingga saat ini.

 

Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.