Kampung Galon: Kreativitas Warga Cianjur Ubah Sampah Jadi Hiasan Estetik

- Redaksi

Saturday, 10 August 2024 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Galon (Dok. Ist)

Kampung Galon (Dok. Ist)

 

SwaraWarta.co.id Di Kampung Seuseupan, Desa Buniwangi, Kecamatan Pagelaran, Cianjur, ada pemandangan unik yang sedang viral.

Kampung ini sekarang dikenal sebagai ‘Kampung Galon‘ karena rumah-rumah di sana dihiasi dengan deretan galon bekas berwarna-warni. Ide kreatif ini ternyata berasal dari Solihin, seorang warga berusia 61 tahun.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Taman Lunggi Sambas, Pilihan Tepat untuk Mengisi Waku Liburan

“Di sini kan kebanyakan punya ternak ayam. Kalau doang dilepas dari kandang. Makanya ingin buat pagar. Supaya ayam tidak bisa masuk. Soalnya sering buang kotoran di teras rumah,” ujar dia, Jumat (9/8)

Awalnya, Solihin hanya ingin membuat pagar untuk mencegah ayam-ayam peliharaan masuk ke teras rumahnya dan membuang kotoran di sana. Ia sempat berpikir untuk membuat pagar dari batu bata dan besi.

Baca Juga :  Penolakan Kenaikan PPN 12 Persen: Warganet Gagas Petisi dan Demo di Istana Negara

Namun, karena rumahnya masih terbuat dari bambu, Solihin merasa pagar dari bahan itu tidak cocok dan akhirnya membatalkan rencananya.

“Kalau rumah tetangga dan saudara kan sudah permanen. Jadi bagus pakai pagar tembok. Kalau saya kan masih rumah bilik jadi kurang bagus. Makanya tidak jadi bikin pagar,” kata dia.

Lalu, Solihin melihat tumpukan galon bekas air mineral yang ia simpan. Ia pun mendapatkan ide untuk mengisi galon-galon tersebut dengan air yang dicampur pewarna makanan, kemudian menyusunnya mengelilingi rumah layaknya pagar.

“Galon itu saya posisikan berjajar mengelilingi rumah layaknya pagar. Jadinya malah lebih unik, karena beraneka warna dan bagus juga dilihatnya,” kata dia

Baca Juga :  Mantan Menteri Pertanian SYL Mulai Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara

Hasilnya, bukan hanya teras rumahnya menjadi lebih bersih dari kotoran ayam, tetapi galon berwarna-warni itu juga membuat rumahnya terlihat lebih menarik.

Menariknya lagi, ayam-ayam pun enggan masuk ke teras rumah meski pagar galon tersebut tidak tinggi.

Perawatan galon juga cukup mudah, karena air berwarna di dalamnya hanya perlu diganti setiap dua bulan sekali atau ketika sudah mulai berlumut.

Kini, bukan hanya rumah Solihin yang menggunakan galon sebagai pagar. Beberapa rumah lainnya di kampung itu juga mengikuti jejaknya, sehingga kampung ini pun terkenal dengan sebutan ‘Kampung Galon’.

Selain sebagai pagar, galon-galon bekas ini juga dimanfaatkan sebagai pot tanaman, yang tidak hanya mempercantik halaman rumah, tetapi juga membantu menjaga tanaman agar tidak terinjak.

Baca Juga :  Megawati Beri Wejangan untuk Pemerintahan Prabowo, Dasco: Harus Pegang Teguh Nilai Pancasila

Baca Juga: Tips Membuat Taman Minimalis yang Estetik: Ciptakan Ruang Hijau Idaman di Rumah

Dengan kreativitas sederhana ini, warga Kampung Seuseupan berhasil memanfaatkan sampah galon bekas sekaligus membuat kampung mereka lebih indah tanpa merusak lingkungan.

“Iya ada juga yang dijadikan pot tanaman. Biar terlihat lebih kreatif saja tanamannya dan tidak terinjak juga. Jadi tanamannya bisa tumbuh besar dan dimanfaatkan untuk memasak buah atau sayurnya. Sampah dari galon juga jadi termanfaatkan tidak begitu saja dibuang. Jadinya tidak merusak lingkungan,” kata dia

Berita Terkait

Jangan Lewatkan! Ini Syarat Perpanjang SIM Terbaru yang Wajib Dipahami
Mau Melamar Kerja? Ini Cara Download Sertifikat Akreditasi BAN-PT Paling Mudah dan Cepat!
Apakah Haji Bolot Meninggal Dunia? Cek Fakta yang Sebenarnya Disini!
Info Terupdate: Apakah Hari Ini Ada Demo di Jakarta? Cek Lokasi dan Rute Alternatifnya!
Sosialisasi Penutupan Bina Desa MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur: Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik Hadir sebagai Wujud Nyata SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak
Jadwal War Tiket Konser BTS Jakarta 2026 dan Tips Menangnya
Tanggal 15 Juni Apakah Cuti Bersama? Simak Informasi Terbarunya Disini!
Apakah Pertamax Disubsidi? Pahami Status dan Skema Harganya

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 09:19 WIB

Jangan Lewatkan! Ini Syarat Perpanjang SIM Terbaru yang Wajib Dipahami

Friday, 12 June 2026 - 11:15 WIB

Mau Melamar Kerja? Ini Cara Download Sertifikat Akreditasi BAN-PT Paling Mudah dan Cepat!

Friday, 12 June 2026 - 10:11 WIB

Apakah Haji Bolot Meninggal Dunia? Cek Fakta yang Sebenarnya Disini!

Friday, 12 June 2026 - 09:56 WIB

Info Terupdate: Apakah Hari Ini Ada Demo di Jakarta? Cek Lokasi dan Rute Alternatifnya!

Thursday, 11 June 2026 - 18:09 WIB

Sosialisasi Penutupan Bina Desa MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur: Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik Hadir sebagai Wujud Nyata SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak

Berita Terbaru