Kenapa AI Menghabiskan Air dalam Jumlah Fantastis? Ini Alasan di Baliknya

- Redaksi

Monday, 5 October 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenapa AI Menghabiskan Air

Kenapa AI Menghabiskan Air

SwaraWarta.co.id – Kenapa AI menghabiskan air? Pernahkah kamu membayangkan bahwa setiap kali kamu mengetik perintah atau meminta bantuan AI, ada literan air bersih yang menguap begitu saja?

Fenomena kenapa AI menghabiskan air dalam jumlah fantastis kini mulai menyita perhatian publik di seluruh dunia.

Di balik kecerdasannya yang serba cepat dan canggih, teknologi kecerdasan buatan ternyata menyembunyikan dahaga luar biasa yang memicu dampak lingkungan cukup signifikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengupas Penyebab Utama Mengapa Teknologi AI Sangat Haus Air

Teknologi AI tidak bekerja secara ajaib di dalam ruang hampa. Semua proses pemrosesan data, pelatihan model bahasa, hingga jawaban instan yang kamu terima setiap hari diproses oleh jutaan mesin komputer berkinerja tinggi. Komputer-komputer ini terkumpul dalam pusat data (data center) berukuran raksasa yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam penuh.

Baca Juga :  Tragedi Tol Cipali: Bus Handoyo Hantam Guardrail, 12 Orang Tewas di Tempat

Sistem Pendingin Pusat Data (Data Center Cooling)

Mesin pemroses AI, terutama GPU (Graphics Processing Unit), menghasilkan panas yang sangat tinggi ketika bekerja keras melatih algoritma rumit. Tanpa sistem pendingin yang memadai, komponen mahal tersebut bisa mengalami overheating dan rusak seketika.

Untuk menjaga suhu ruang mesin tetap stabil, sebagian besar pusat data mengandalkan sistem pendingin berbasis air (evaporative cooling). Air dialirkan untuk menyerap panas dari server, lalu diuapkan ke udara. Proses penguapan inilah yang membuat jutaan liter air bersih habis dan tidak bisa langsung dipakai kembali.

Jejak Air dari Konsumsi Listrik

Selain pendinginan langsung, konsumsi air juga terjadi secara tidak langsung melalui pembangkit listrik. Pusat data AI membutuhkan daya listrik berukuran megawatt. Pembangkit listrik yang menyuplai daya tersebut—seperti pembangkit tenaga uap atau batu bara—juga membutuhkan volume air yang masif untuk mendinginkan turbin mereka.

Baca Juga :  Mengenal Tradis Larungan Kambing Kendhit dan Buceng Alit di Telaga Ngebel

Skala Pelatihan Model AI yang Sangat Luas

Proses melatih satu model AI generatif berukuran besar bisa memakan waktu berbulan-bulan. Selama periode pelatihan tersebut, ribuan server bekerja bersamaan pada kapasitas maksimum. Estimasi menunjukkan bahwa melatih satu model AI tingkat lanjut bisa menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan liter air bersih, tergantung lokasi dan efisiensi fasilitasnya.

Solusi dan Langkah Masa Depan untuk Menekan Konsumsi Air AI

Mengetahui dampak tersebut, para raksasa teknologi kini mulai berbenah untuk mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan. Beberapa langkah inovatif yang sedang dikembangkan antara lain:

  • Pendingin Cair Gelombang Tertutup (Closed-Loop Cooling): Menggunakan sistem sirkulasi air tertutup agar air dapat dipakai berulang kali tanpa banyak yang menguap.
  • Teknologi Liquid Immersion Cooling: Merendam langsung komponen server ke dalam cairan khusus non-konduktif yang jauh lebih efisien menyerap panas dibanding air biasa.
  • Pembangunan Pusat Data di Wilayah Dingin: Menempatkan fasilitas server di daerah beriklim dingin untuk memanfaatkan udara alami sebagai pendingin utama.
Baca Juga :  Santri di Ponorogo Tewas saat Mancing, Diduga Tersetrum

Perkembangan AI memang membawa kemudahan luar biasa bagi hidup kamu sehari-hari. Namun, kesadaran akan dampak lingkungannya penting agar inovasi digital tetap berjalan selaras dengan kelestarian bumi.

 

Berita Terkait

Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!
IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya
Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran
Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!
BPNT Tahap 4 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal Rp600 Ribu, dan Cara Daftarnya!
VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!
Geger! Link Video Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Viral di TikTok, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!
Bikin Penasaran! Ini Cara Mengusulkan PIP di SIPINTAR Biar Pasti Cepat Cair!

Berita Terkait

Sunday, 18 October 2026 - 10:30 WIB

Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!

Saturday, 17 October 2026 - 08:12 WIB

Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran

Friday, 16 October 2026 - 08:30 WIB

Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!

Friday, 16 October 2026 - 07:50 WIB

BPNT Tahap 4 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal Rp600 Ribu, dan Cara Daftarnya!

Thursday, 15 October 2026 - 11:17 WIB

VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!

Berita Terbaru

Cara Bayar Paspor di M-Paspor Lewat BCA Mobile

Teknologi

Cara Bayar Paspor di M-Paspor Lewat BCA Mobile dengan Mudah

Sunday, 18 Oct 2026 - 10:10 WIB