Bus Sugeng Rahayu Terguling di Magetan, Diduga Hindari Pengendara Motor Mabuk

- Redaksi

Sunday, 17 November 2024 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Sugeng Rahayu Terguling di Magetan (Dok. Ist)

Bus Sugeng Rahayu Terguling di Magetan (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id –  Bus Sugeng Rahayu Terguling, Penumpang Terjepit Saat Hindari Pengendara Motor Mabuk

Suasana subuh di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, berubah mencekam pada Sabtu (16/11/2024). Sebuah bus Sugeng Rahayu dengan nomor polisi W 7122 UP terguling di Jalan Raya Maospati-Ngawi, mengejutkan warga sekitar.

Warga yang mendengar suara keras langsung berdatangan untuk membantu evakuasi. Penumpang dan kru bus berhasil dikeluarkan meski beberapa sempat terjepit.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah warga untuk ditenangkan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kronologi Kejadian

Menurut Sugeng (53), salah satu penumpang asal Kediri, bus terguling setelah sopir mencoba menghindari pengendara motor yang melaju dari arah Surabaya ke Ngawi. Sopir langsung membanting setir ke kanan, menyebabkan bus oleng

Baca Juga :  Dipecat PDIP, Bobby Nasution Ungkap Fakta Mengejutkan

Barang bawaan penumpang berserakan, tetapi keselamatan diri menjadi prioritas utama. Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ke tempat aman.Sopir bus, Imam Arwani (30), menduga pengendara motor tersebut sedang mabuk

“Posisi kendaraan sepeda motor di depan bus saya, sudah jatuh dan di tengah jalan. Sementara pengendaranya tergeletak di pinggir jalan. Alhasil saya tidak dapat menghindar, sempat menabrak,” jelas Imam.

Ia menambahkan, bus yang membawa 23 penumpang itu mengalami kecelakaan di jalan yang minim penerangan. Ada dua penumpang yang sempat terjepit, namun mereka selamat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan, Iptu Sulanjar, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan bus Sugeng Rahayu dan sepeda motor bernomor polisi AE 2282 OI yang dikendarai Adi, warga Desa Mantren, Kecamatan Karangrejo.

Baca Juga :  Pilu, Bocah di Nias Diduga jadi Korban Penganiayaan hingga Alami Cacat

Dalam kecelakaan ini, lima orang mengalami luka ringan. Proses evakuasi bus berjalan lancar meski memakan waktu. Situasi di lokasi kejadian kini sudah terkendali, dan upaya penyelidikan terus dilakukan.

Evakuasi bus diderek. Korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pendalaman masih kami lakukan, guna mencari penyebab pasti. Ada 5 korban luka ringan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional
Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi
Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran
Pasukan Elite Kolombia Siagakan Diri di Perbatasan Usai Serangan AS ke Venezuela
Info PKH Hari Ini Apakah Sudah Cair 2026? Begini Cara Mengecek Status Penerima!
Donald Trump Ambil Alih Venezuela dalam Operasi Militer Besar-besaran
Kenapa Arab Saudi Menyerang Yaman? Apakah Kepentingan Pribadi atau Ada Geopolitik

Berita Terkait

Wednesday, 7 January 2026 - 14:07 WIB

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Tuesday, 6 January 2026 - 17:19 WIB

Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi

Tuesday, 6 January 2026 - 09:43 WIB

Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran

Monday, 5 January 2026 - 15:44 WIB

Pasukan Elite Kolombia Siagakan Diri di Perbatasan Usai Serangan AS ke Venezuela

Monday, 5 January 2026 - 07:00 WIB

Info PKH Hari Ini Apakah Sudah Cair 2026? Begini Cara Mengecek Status Penerima!

Berita Terbaru

Cara Buat SKCK Secara Online

Berita

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Wednesday, 7 Jan 2026 - 14:07 WIB

Langkah-Langkah Cara Mendapatkan Akun SIMPKB

Pendidikan

3 Cara Mendapatkan Akun SIMPKB untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Wednesday, 7 Jan 2026 - 07:00 WIB