Pramono Anung dan Rano Karno Janjikan Kemudahan KJP, Transportasi Gratis, dan Penguatan Budaya Betawi di Kampanye Perdana

- Redaksi

Monday, 4 November 2024 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramono Anung saat melakukan kampanye Akbar (Dok. Ist)

Pramono Anung saat melakukan kampanye Akbar (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno, mengadakan kampanye akbar pertama mereka di Stadion Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, pada Minggu (3/11/2024).

Dalam kampanye bertajuk “Festival Menyala” ini, mereka menyampaikan rencana dan janji terkait program Kartu Jakarta Pintar (KJP) serta pembangunan transportasi.

Pramono mengatakan bahwa KJP adalah hak bagi warga yang layak mendapatkannya, namun saat ini prosesnya dianggap berbelit-belit.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia berjanji, jika terpilih, pengurusan KJP akan bisa dilakukan langsung di kecamatan, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Nanti kagak usah ribet. KJP cukup diselesaikan di kecamatan masing-masing,” tegas Pramono.

Selain itu, Pramono menyoroti kebijakan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Dia berencana membolehkan warga lulusan SD yang bisa membaca dan menulis untuk menjadi petugas PPSU, sehingga tidak terbatas hanya pada lulusan SMA.

Baca Juga :  Ibu Hamil Tertangkap Mencuri Skincare Senilai Rp 1 Juta di Toko Kosmetik

Pramono juga menyatakan akan fokus memperbaiki fasilitas di wilayah masyarakat menengah ke bawah, ketimbang di kawasan elit seperti Sudirman, Thamrin, dan Gatot Subroto.

“Fasilitas untuk orang-orang kaya sudah cukup. Sekarang yang diperlukan adalah perbaikan di masyarakat bawah, akar rumput,” ujar Pramono.

Pramono juga ingin menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta, dengan upaya mempertahankan tradisi lokal seperti menghidangkan bir pletok dalam setiap acara resmi.

“Setahu saya di istana selama ini, tidak ada hidangan Betawi untuk menjamu tamu-tamu. Nanti kalau saya jadi Gubernur Jakarta, saya upayakan itu dan setiap ada acara akan dibuka dengan bir pletok,” jelas Pramono.

Terkait anggaran, Pramono mengusulkan agar Jakarta memiliki sumber pendapatan baru melalui konsep “Jakarta Funding” untuk mengurangi ketergantungan pada retribusi. Ia juga berencana membuat APBD Jakarta lebih sehat dan transparan.

Baca Juga :  Inspirasi Hampers Idul Adha: Anti Mainstream dan Penuh Makna

Salah satu program lain yang dia janjikan adalah menyediakan “balai rakyat” di setiap kelurahan sebagai tempat yang dapat digunakan warga untuk berbagai kegiatan, termasuk acara pernikahan dan sunatan.

Sementara itu, Rano Karno menambahkan bahwa jika terpilih, ia akan memastikan proses pengurusan KJP dan Kartu Jakarta Manusia Unggul (KJMU) menjadi lebih mudah tanpa perlu verifikasi tahunan.

Ia juga berencana memasang 3.400 kamera CCTV di seluruh Jakarta untuk memudahkan pemantauan keamanan.

Rano berjanji untuk melanjutkan beberapa program pemerintahan sebelumnya, seperti kontrak farming dan pasar murah untuk menstabilkan harga pangan.

“Kita akan lanjutkan program Bang Anies Baswedan, kontrak farming. Kita langsung potong harga pangan. Kita bikin pasar murah,” ucal Rano.

Baca Juga :  Polisi Terapkan Sistem Satu Arah di Jalur Gentong Saat Arus Balik Lebaran 2025

Selain itu, ia berencana memberikan akses gratis untuk transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat di Jakarta, termasuk layanan LRT, MRT, JakLingko, dan Transjakarta.

Kampanye “Festival Jakarta Menyala” dihadiri sekitar 7.000 simpatisan dari Partai PDIP yang mengenakan pakaian oranye.

Acara ini juga dimeriahkan oleh artis dan penyanyi ibu kota seperti Once Mekel, Anang, Happy Asmara, Iwa K, serta pertunjukan tari tradisional Betawi.

Kampanye ini juga menyediakan simulasi pencoblosan untuk paslon nomor 3 pada Pilkada Jakarta yang akan berlangsung pada 27 November 2024.

Pilkada DKI Jakarta kali ini diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu Ridwan Kamil-Suswono (nomor 1), Dharma Pongrekun-Kun Wardana (nomor 2), dan Pramono Anung-Rano Karno (nomor 3).

Berita Terkait

Kenapa PKH Ada yang Cair Ada yang Tidak? Ini Penyebab dan Solusinya
Benarkah IKN Dibatalkan Jadi Ibu Kota Negara Indonesia? Ternyata ini Fakta yang Sebenarnya!
Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek

Berita Terkait

Saturday, 16 May 2026 - 12:11 WIB

Kenapa PKH Ada yang Cair Ada yang Tidak? Ini Penyebab dan Solusinya

Saturday, 16 May 2026 - 11:43 WIB

Benarkah IKN Dibatalkan Jadi Ibu Kota Negara Indonesia? Ternyata ini Fakta yang Sebenarnya!

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Berita Terbaru