Walid Ahmad: Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel, Dikenal sebagai Pencetak Gol Terbanyak

- Redaksi

Saturday, 5 April 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walid Ahmad (Dok. Ist)

Walid Ahmad (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Keluarga Walid Khaled Abdullah Ahmad, seorang remaja Palestina berusia 16 tahun, tengah berduka mendalam.

Walid meninggal dunia di Penjara Megiddo, Israel. Keluarganya menuduh otoritas Israel telah menyiksa dan sengaja mengabaikan kondisi kesehatannya.

Di rumah keluarga Walid yang terletak di Silwad, sebelah timur Ramallah, Tepi Barat, suasana dipenuhi kesedihan. Ayah Walid memegang foto anaknya yang tersenyum, menjadi kenangan pahit akan hidup anak sulungnya yang singkat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa Walid Ahmad?

Walid adalah siswa yang berprestasi. Ia juga dikenal sebagai pencetak gol terbanyak di tim sepak bola lokal, dan tengah bersiap untuk bergabung dengan tim nasional Palestina.

Menurut ayahnya, Khaled Ahmad, Walid bercita-cita belajar perbankan di luar negeri dan kembali untuk membantu rakyat Palestina. Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara.

Namun, kehidupan Walid berubah drastis sejak 30 September 2024, saat ia ditangkap dalam penggerebekan oleh tentara Israel. Ia diseret keluar dari tempat tidur saat masih memakai pakaian dalam.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Sindir LSM Demokrasi dan HAM yang Didanai Asing dalam Pidatonya

Menurut keluarganya, tentara Israel juga merusak isi rumah saat penangkapan berlangsung.

Belum Divonis, Tapi Sudah Meninggal

Saat meninggal, Walid belum dijatuhi hukuman dan masih berstatus tahanan. Namun keluarganya mengaku ia dipukuli, tidak diberi makan, dan tidak mendapatkan perawatan medis.

 

“Walid tidak punya riwayat sakit. Ia dibiarkan kelaparan dan tidak diobati. Ini bukan kematian biasa, tapi pembunuhan yang disengaja,” ujar ayahnya.

Laporan otopsi menyebutkan bahwa Walid kehilangan banyak berat badan, terkena kudis dan infeksi, serta sempat pingsan sebelum meninggal.

Laporan medis juga mengungkapkan bahwa Walid menderita kelaparan, trauma fisik, dehidrasi, dan muntah—semuanya memperparah kondisinya.

Warga Negara Brasil

Selain warga Palestina, Walid juga memiliki kewarganegaraan Brasil. Hal ini membuat pemerintah dan lembaga-lembaga sipil di Brasil ikut memantau kasusnya. Meski begitu, sang ayah menyatakan bahwa ia tidak percaya pada komite investigasi internasional.

Baca Juga :  Ikuti Instruksi Presiden, Kemenpora Pangkas Anggaran

“Kami hanya ingin menguburkan anak kami dengan layak, sesuai ajaran Islam. Kami ingin jenazahnya dikembalikan,” kata sang ayah.

Amani Sarahneh, juru bicara Masyarakat Tahanan Palestina, menyebut Walid sebagai “martir kecil pertama” yang meninggal dalam tahanan Israel sejak perang di Gaza meletus pada 7 Oktober 2023. Ia adalah satu dari 63 tahanan yang tewas sejak saat itu.

Sarahneh menambahkan bahwa banyak tahanan lainnya, terutama dari Gaza, juga tewas dalam kondisi serupa, namun identitas dan penyebab kematiannya belum diketahui secara jelas.

Seruan untuk Dunia Internasional

Kematian Walid menjadi sorotan karena mencerminkan buruknya perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina, terutama anak-anak.

Kelompok hak asasi manusia mencatat lebih dari 9.500 warga Palestina—termasuk wanita dan anak-anak—ditahan di penjara Israel. Banyak di antaranya tidak pernah diadili dan hanya ditahan berdasarkan keputusan militer.

Baca Juga :  Revolusi Ray Tracing: Bagaimana Seri RTX dari NVIDIA Mengubah Paradigma Grafis

 

Organisasi-organisasi hak asasi manusia terus menyerukan campur tangan dunia internasional untuk menghentikan penyiksaan dan pengabaian yang sistematis terhadap para tahanan Palestina.

Perang Gaza dan Dampaknya

Pada 18 Maret, Israel kembali meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 1.100 orang dan melukai lebih dari 2.700 lainnya. Serangan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan.

Sejak awal konflik pada Oktober 2023, lebih dari 50.500 warga Palestina—mayoritas adalah wanita dan anak-anak—telah tewas akibat serangan militer Israel. Jumlah korban luka pun mencapai lebih dari 114.800 orang.

Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel juga tengah menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional.

Berita Terkait

Apakah GoPay Sedang Gangguan Hari Ini? Ini Cara Cek dan Mengatasinya!
Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Anjlok ke 51 Persen
Desil 6 Apakah Bisa Dapat KJP? Ini Penjelasan Terbaru 2026
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Panas Dikritik: Solusi Praktis atau Memicu Main Hakim Sendiri?
Berapa Passing Grade PPPK Sekolah Rakyat? Yuk Cari Tahu Informasinya Disini!
Apakah Blippi Masih Hidup? Ini Faktanya!
Cara Cek DTKS Online Terbaru 2026: Intip Nama Kamu di Daftar Penerima Bansos!
3 Alasan Utama Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 13:45 WIB

Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Anjlok ke 51 Persen

Monday, 27 July 2026 - 15:53 WIB

Desil 6 Apakah Bisa Dapat KJP? Ini Penjelasan Terbaru 2026

Sunday, 26 July 2026 - 14:22 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Panas Dikritik: Solusi Praktis atau Memicu Main Hakim Sendiri?

Saturday, 25 July 2026 - 10:55 WIB

Berapa Passing Grade PPPK Sekolah Rakyat? Yuk Cari Tahu Informasinya Disini!

Saturday, 25 July 2026 - 10:44 WIB

Apakah Blippi Masih Hidup? Ini Faktanya!

Berita Terbaru

Tarif PPh 23 Berapa Persen

Pendidikan

Tarif PPh 23 Berapa Persen? Yuk, Pahami Cara Hitung dan Aturannya!

Wednesday, 29 Jul 2026 - 12:04 WIB

Berapa Harga Honda CB500X Bekas?

Otomotif

Berapa Harga Honda CB500X Bekas? Bagaimana Tips Memilihnya!

Wednesday, 29 Jul 2026 - 11:13 WIB