Berita

Amerika Serikat Ancam Serang Fasilitas Militer Venezuela, Ketegangan Memanas

SwaraWarta.co.id – Krisis militer antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden AS Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas militer di Venezuela, sebagai bagian dari operasi yang diklaim untuk memerangi perdagangan narkoba.

Menanggapi ancaman ini, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyiagakan ribuan rudal dan menggelar latihan militer besar-besaran.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman Serangan Darat dan Misi Kapal Induk AS

Pada pertengahan Oktober 2025, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan opsi untuk melancarkan serangan di darat Venezuela. “Kami kini tengah melihat kemungkinan aksi di darat, karena laut sudah sepenuhnya terkendali,” ujarnya kepada wartawan. Pernyataan ini mempertegas ancaman operasi militer terhadap pemerintahan Maduro.

Eskalasi ini ditandai dengan pengerahan kekuatan militer AS yang masif di kawasan Karibia. Kapal induk USS Gerald R. Ford, kapal perang terbesar di dunia yang mampu membawa 90 pesawat tempur, diperintahkan untuk bertolak ke wilayah tersebut. Selain kapal induk, citra satelit dan data pelacakan mengungkap kehadiran setidaknya 10 kapal militer AS lainnya, termasuk kapal penjelajah berpeluru kendali, kapal selam nuklir, dan kapal pendukung pasukan khusus.

Rudal dan Latihan Militer: Persiapan Venezuela Menghadapi Serangan

Sebagai bentuk antisipasi, Venezuela melakukan persiapan pertahanan yang signifikan. Presiden Maduro mengumumkan bahwa negaranya memiliki sekitar 5.000 rudal darat-ke-udara portabel buatan Rusia, Igla-S, untuk memperkuat pertahanan udara. Rudal jarak pendek ini dirancang untuk menghancurkan pesawat terbang rendah dan telah diposisikan di lokasi-lokasi strategis.

Venezuela juga meluncurkan latihan militer komprehensif yang melibatkan personel militer dan sipil. Maduro menyatakan latihan ini bertujuan untuk mempraktikkan “semua skenario pertahanan, perlawanan, dan ofensif”. Ia juga mengklaim bahwa pasukan relawan dan milisi rakyat kini berjumlah lebih dari delapan juta orang, meski para ahli meragukan angka tersebut.

Dalih Perang Narkoba vs Tuduhan Imperialisme

Pemerintahan Trump secara konsisten menyatakan bahwa pengerahan militer skala besar ini adalah bagian dari perang melawan perdagangan narkoba. AS menuduh Presiden Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba, klaim yang berulang kali dibantah oleh Caracas. AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba, yang menewaskan puluhan orang.

Namun, banyak analis, termasuk dari BBC Verify, menyatakan skeptisme terhadap dalih ini. Mereka mencatat bahwa Venezuela bukan produsen kokain utama, dan jalur Karibia bukan rute utama untuk perdagangan narkoba ke AS. Sebaliknya, pemerintah Venezuela menuduh AS menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk menutupi agenda imperialisme dan perubahan rezim.

Kuba, sekutu Venezuela, mendukung pandangan ini dengan menyatakan bahwa langkah Washington bertujuan untuk “menggulingkan Presiden Maduro dan mengambil alih sumber daya alam penting negara tersebut”.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

4 Cara Daftar Akulaku Agar di ACC dengan Mudah dan Cepat

SwaraWarta.co.id - Cara daftar Akulaku agar di ACC sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang.…

5 hours ago

Kapan FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkapnya

SwaraWarta.co.id – Kapan FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai? Turnamen sepak bola anyar bergengsi di kawasan…

7 hours ago

Kenapa WA Sering Terblokir? Ini Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya

SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu tiba-tiba tidak bisa masuk ke akun WhatsApp dan melihat pesan peringatan…

7 hours ago

Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026, Mimpi Semifinal Buyar

SwaraWarta.co.id - Timnas Indonesia harus menelan pil pahit, untuk mengakhiri perjuangannya di Piala AFF 2026 lebih cepat dari…

7 hours ago

Resep Rempeyek Kacang Tanah Renyah dan Tahan Lama untuk Camilan Sehari-hari

SwaraWarta.co.id - Resep rempeyek kacang tanah renyah selalu jadi buruan utama pecinta camilan tradisional di…

8 hours ago

4 Cara Menghasilkan Uang dari HP dengan Mudah dan Terbukti Membayar

SwaraWarta.co.id - Cara menghasilkan uang dari HP kini bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas sehari-perhatian…

1 day ago