SwaraWarta.co.id – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian publik setelah serangkaian erupsi yang terjadi pada awal September 2026.
Banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah anak Krakatau masih erupsi hingga hari ini? Berdasarkan data terbaru dari Badan Geologi dan PVMBG, aktivitas erupsi di permukaan memang telah melandai, namun status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.
Erupsi Menerus Telah Berakhir, tetapi Status Belum Turun
Fase erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB resmi berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Setelah periode tersebut, aktivitas Gunung Anak Krakatau beralih ke karakter erupsi Strombolian, yaitu letusan berdurasi singkat dengan amplitudo yang relatif kecil. Hingga 11 September 2026, tercatat sebanyak 14 kali erupsi Strombolian.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, PVMBG masih mempertahankan status Level III (Siaga). Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, menjelaskan bahwa penurunan status tidak bisa dilakukan hanya karena erupsi berhenti selama dua atau tiga hari. “Harus berdasarkan data yang terekam oleh peralatan kita. Walaupun kegempaan menurun, tetapi tremornya masih lumayan besar,” ujarnya.
Penyebab Status Siaga Masih Berlaku
Ada beberapa alasan mengapa status Siaga belum dicabut. Pertama, tremor vulkanik masih terekam oleh alat pemantauan. Pada 13 September 2026, tercatat gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1–10 milimeter. Kedua, gempa vulkanik dalam justru mengalami kenaikan, yang mengindikasikan masih berlangsungnya suplai magma dari kedalaman. Kondisi ini membuat probabilitas terjadinya letusan lanjutan dinilai masih tinggi.
Potensi Bahaya dan Imbauan Resmi
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Ancaman bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. Badan Geologi juga memastikan bahwa erupsi Anak Krakatau saat ini tidak berpotensi memicu tsunami, berbeda dengan peristiwa tahun 2018.
Jadi, apakah anak Krakatau masih erupsi? Jawabannya adalah aktivitas erupsi di permukaan saat ini sudah tidak terjadi, tetapi gunung masih berstatus Siaga karena tremor dan gempa vulkanik dalam masih terekam. Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diharapkan tetap tenang, beraktivitas normal, dan tidak mempercayai isu tsunami yang tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.
Pantau terus informasi dari PVMBG dan Badan Geologi untuk mendapatkan update terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

















