Stress Akibat Judi Online, Pria di Baturaja Barat Nekat Bunuh Diri

- Redaksi

Thursday, 22 February 2024 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat wasiat YAP yang ditujukan untuk sang istri (Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Seorang Pria berinisial YAP ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh Kasi Humas Polres OKU, Iptu Ibnu Holdon, jasad YAP ditemukan dalam keadaan tergantung di kamarnya pada Selasa, 20 Februari 2024.

Saat itu, istri YAP, sebut saja DW, menemukan suaminya sudah meninggal dunia ketika dalam perjalanan pulang untuk mengambil baju anaknya yang sedang dirawat di rumah sakit. 

“Kejadian itu bermula saat saksi DW (istri YAP) pulang ke rumahnya bertujuan untuk mengambil pakaian anaknya yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Baturaja,” kata Iptu Ibnu, Rabu (21/2).

Baca Juga :  Bernardo Tavares Ungkap Lika-liku Bersama PSM Makassar

Saat memasuki kamar, DW terkejut dan panik melihat suaminya sudah tergantung dan sudah tidak bernyawa.

DW bergegas memanggil tetangga, PD, untuk membantu menurunkan jenazah YAP dan melepaskan ikatan pada lehernya. 

Tak lama kemudian, Piket Fungsi Polres OKU dengan bantuan personel Inafis dan personel Polsek Baturaja Barat datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Mendapat informasi itu, Piket Fungsi Polres OKU, personel Inafis, dan personel Polsek Baturaja Barat menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Saat tiba di sana didapati korban sudah dalam posisi terlepas dari ikatan di lehernya,” katanya.

Dari hasil pendalaman polisi, diketahui bahwa YAP sering kali kalah dalam bermain judi dan merasa sangat malu karena tidak mampu memberikan nafkah pada keluarganya. 

Baca Juga :  Korban Kebakaran Glodok Plaza: Tiga Identitas Berhasil Diungkap

Selain itu, istri YAP juga mengungkapkan bahwa suaminya sering bermain judi slot dan menghabiskan banyak uang untuk itu. 

Tidak hanya itu, surat korban kepada istrinya menunjukkan bahwa YAP merasa sangat malu karena tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga.

Pihak keluarga meminta hasil visum tidak untuk dibuka ke publik, setelah ditemukan keberadaan cairan sperma di kemaluan korban saat dilakukan pemeriksaan mayat. 

“Dari hasil visum tersebut yang dilakukan oleh pihak RSUD Baturaja dan didapati adanya cairan sperma di kemaluannya. Kemudian setelah dilakukan visum dan dinyatakan korban meninggal dengan cara tersebut (gantung diri), korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan,”bebernya.

Baca Juga :  Mulai Januari 2025, PPN Naik Jadi 12 Persen, Transaksi Digital Makin Mahal?

Mereka menyepakati surat pernyataan untuk tidak melakukan otopsi terhadap jenazah YAP.

“Setelah itu pihak keluarga menyetujui dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” Imbuhnya. 

Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti di TKP, seperti surat wasiat, HP, kunci rumah, baju, celana, dan ikat pinggang. 

Berita Terkait

Gugatan Cerai Maia Estianty: Kronologi, Tudingan, dan Fakta Hukum yang Jarang Terungkap
Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Berencana terhadap Wanita Berusia 60 Tahun di Pekanbaru
MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, Negara Hemat Anggaran Hingga Rp50 Triliun Setahun
Kapan Hardiknas? Ini Tanggal, Sejarah, dan Makna Hari Pendidikan Nasional
Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru
Kapan Nilai TKA SD Keluar? Ini Jadwal Resmi dan Cara Ceknya
Purbaya Akui Belum Tahu Sumber Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Program Ambisius Ini Jadi Tanda Tanya
TPG April 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Pencairan Tunjangan Profesi Guru Bulan Ini

Berita Terkait

Saturday, 2 May 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Cerai Maia Estianty: Kronologi, Tudingan, dan Fakta Hukum yang Jarang Terungkap

Friday, 1 May 2026 - 09:44 WIB

Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Berencana terhadap Wanita Berusia 60 Tahun di Pekanbaru

Wednesday, 29 April 2026 - 06:24 WIB

MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, Negara Hemat Anggaran Hingga Rp50 Triliun Setahun

Tuesday, 28 April 2026 - 09:41 WIB

Kapan Hardiknas? Ini Tanggal, Sejarah, dan Makna Hari Pendidikan Nasional

Monday, 27 April 2026 - 18:28 WIB

Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru

Berita Terbaru