Haedar Nashir: Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Perlu Dialog Terbuka

- Redaksi

Wednesday, 23 April 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haedar Nashir (Dok. Ist)

Haedar Nashir (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, ikut menanggapi polemik soal usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Ia menilai, hal ini sebaiknya dibahas secara terbuka melalui dialog kebangsaan agar bisa ditemukan titik tengah.

“Semua harus ada dialog dan titik temu, perspektif kita menghargai tokoh-tokoh bangsa yang memang punya sisi-sisi yang tidak baik. Tetapi juga ada banyak sisi-sisi baiknya,” kata Haedar Nashir di Yogyakarta, Selasa (22/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haedar menjelaskan, dalam sejarah Indonesia, pemberian gelar pahlawan memang sering menimbulkan perdebatan karena belum ada kesepakatan dalam menilai tokoh secara menyeluruh.

Ia mencontohkan Presiden pertama RI, Soekarno, yang sempat lama tidak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional karena adanya pro dan kontra. Padahal, Soekarno adalah tokoh penting dan proklamator kemerdekaan.

Baca Juga :  Bandara Minangkabau Tambah Penerbangan dan Fasilitas Baru untuk Mudik Lebaran 2025

Haedar juga menyebut tokoh-tokoh masyarakat seperti Muhammad Natsir dan Buya Hamka yang sempat mengalami kesulitan dalam proses pengusulan gelar pahlawan, meski akhirnya mereka diakui negara.

Ia berharap bangsa Indonesia tidak terus-menerus mengulang pola ini. Menurutnya, penting untuk melihat tokoh bangsa secara utuh dan menjadikan proses penilaian gelar pahlawan sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional.

“Ke depan, coba bangun dialog untuk rekonsiliasi, lalu dampak dari kebijakan-kebijakan yang dulu berakibat buruk pada hak asasi manusia (HAM) dan lain sebagainya. Itu diselesaikan dengan mekanisme ketatanegaraan yang tentu sesuai koridornya,” kata dia.

Haedar menambahkan, pembahasan soal gelar pahlawan ini seharusnya menjadi pelajaran bersama. Tujuannya agar ke depan bangsa Indonesia tidak terjebak dalam konflik yang tak perlu.

Baca Juga :  Unik, Pasangan di Ponorogo Nikah Pakai Mahar Sapi Senilai 20 Juta

“Saya selalu berpesan bahwa jatuhnya setiap tokoh bangsa yang besar itu karena godaan kekuasaan yang tak berkesudahan. Nah, di sinilah semua harus belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan bahwa tokoh bangsa saat ini dan ke depan harus sudah selesai dengan dirinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, mengungkapkan bahwa ada 10 tokoh yang masuk dalam daftar usulan calon Pahlawan Nasional tahun 2025.

Beberapa di antaranya adalah Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Soeharto, dan Bisri Sansuri. Selain itu, ada juga Idrus bin Salim Al-Jufri, Teuku Abdul Hamid Azwar, dan Abbas Abdul Jamil.

Empat nama baru yang diusulkan tahun ini adalah Anak Agung Gede Anom Mudita dari Bali, Deman Tende dari Sulawesi Barat, Midian Sirait dari Sumatera Utara, dan Yusuf Hasim dari Jawa Timur.

Baca Juga :  PSSI Resmi Lepas Indra Sjafri dari Jabatan Pelatih Timnas U-20, Ini Kata Erick Thohir

Berita Terkait

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi
Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini
Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya
Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya
Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!
Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!
Menteri ESDM Bahlil Stop Ekspor Gas, Negara Apa Saja yang Terkena? Ini Daftar Lengkapnya!
Hari Santri 2026, Prabowo Apresiasi Pesantren dan Dorong Santri Berkontribusi untuk Bangsa

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 08:14 WIB

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Tuesday, 27 October 2026 - 11:18 WIB

Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini

Tuesday, 27 October 2026 - 10:14 WIB

Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya

Tuesday, 27 October 2026 - 09:33 WIB

Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya

Monday, 26 October 2026 - 08:00 WIB

Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!

Berita Terbaru