Inovasi Transportasi: KA Blambangan Mulai Beroperasi dari Jakarta

- Redaksi

Monday, 29 July 2024 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KA Blambangan mulai beroperasi (Dok. Ist)

KA Blambangan mulai beroperasi (Dok. Ist)

 

SwaraWarta.co.id Kereta Api (KA) Blambangan memulai perjalanan perdananya dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Sabtu (27 Juli 2024).

Kereta ini berhenti di beberapa stasiun, termasuk Stasiun Bekasi dan Karawang, dan ternyata cukup diminati penumpang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Buruan Pesan! Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2024 Mulai Dijual Hari Ini, Ini Jadwal dan Caranya

Menurut Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, selama dua hari pertama operasinya, tiket KA Blambangan telah terjual sebanyak 474 tempat duduk.

Pada hari Sabtu (27/7), 251 tiket terjual, sementara pada hari Minggu (28/7), 223 tiket terjual.

Kereta berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 12.15 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pada pukul 04.55 WIB keesokan harinya.

Baca Juga :  Tantang Meta, Apple Kembangkan Kacamata Pintar dengan Fitur Siri dan Kamera Canggih

Sebelumnya, KA Blambangan hanya beroperasi dari Stasiun Semarang Tawang ke Ketapang pulang-pergi. Namun, mulai 27 Juli 2024, rutenya diperpanjang hingga Stasiun Pasar Senen.

“Harapan kami dengan diperpanjangnya perjalanan KA Blambangan dari Stasiun Pasar Senen menuju Ketapang Banyuwangi, dapat mempermudah pelanggan yang selama ini harus transit di Stasiun Surabaya Pasarturi dan kemudian beralih keberangkatan di Stasiun Surabaya Gubeng untuk melanjutkan perjalanan baik ke arah Ketapang maupun ke arah Jakarta,” kata Ixfan dalam keterangan tertulis, Minggu (28/7).

Kereta ini dilengkapi dengan gerbong New Generation yang dimodifikasi oleh Balai Yasa Manggarai.

Ada 4 gerbong kelas eksekutif dengan kapasitas total 192 tempat duduk (48 tempat duduk per gerbong) dan 3 gerbong kelas ekonomi dengan total 216 tempat duduk (72 tempat duduk per gerbong).

Baca Juga :  PSSI Pecat Shin Tae-yong, Media Asing Soroti Kepemimpinan Baru Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026

Terdapat juga 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit, menjadikan total kapasitas kereta sebanyak 408 tempat duduk.

Baca Juga: 7 Syarat Naik Kereta Api yang Harus Dipatuhi Para Penumpang

Dengan adanya KA Blambangan, penumpang bisa menikmati perjalanan tanpa perlu berganti kereta di perjalanan.

Informasi lebih lanjut mengenai KA Blambangan dan layanan kereta api lainnya bisa didapatkan melalui Customer Service di stasiun atau dengan menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp di 08111-2111-121, email [email protected]

Berita Terkait

Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!
Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi
Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini
Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya
Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya
Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!
Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!
Menteri ESDM Bahlil Stop Ekspor Gas, Negara Apa Saja yang Terkena? Ini Daftar Lengkapnya!

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 10:43 WIB

Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!

Wednesday, 28 October 2026 - 08:14 WIB

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Tuesday, 27 October 2026 - 11:18 WIB

Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini

Tuesday, 27 October 2026 - 10:14 WIB

Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya

Tuesday, 27 October 2026 - 09:33 WIB

Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya

Berita Terbaru