Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Jembatan Pasupati Beserta 4 Fakta Menarik Di Dalamnya

Jembatan Pasupati
Jembatan Pasupati - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Jalan Layang Pasupati merupakan sebuah jalan protokol dalam kota, atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Pasupati, merupakan salah satu infrastruktur yang unik dan ikonik di Kota Bandung, Jawa Barat.

Selain memiliki fungsi utama sebagai jalan penghubung antar area kota, Jembatan Pasupati juga memiliki sejumlah fakta menarik yang patut diketahui yang tentunya menambah referensi wawasan pengetahuan.

Secara struktural Jembatan Pasupati memiliki panjang kurang lebih 2,8 kilometer yang menghubungkan berbagai titik penting di Bandung.

Titik-titik itu seperti Jalan Pasteur dan Jalan Surapati yang menjadi area titik awal dan titik akhirnya.

Untuk ketinggian jembatan ini sendiri mencapai sekitar 15 meter di atas permukaan tanah, sehingga memberikan pemandangan yang sangat spektakuler dari atas jembatan bagi para pengguna jalan terutama pada malam hari.

Bukan hanya itu, Jalan Layang Pasupati juga memiliki hal menarik lainnya yakni pada kedua bahu jalannya dilengkapi dengan trotoar serta jalur sepeda untuk memfasilitasi para pejalan kaki dan juga pengendara sepeda.

Hal ini tentunya mencerminkan komitmen Kota Bandung untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan transportasi bagi semua kalangan.

Bukan hanya itu, hal lainnya yang unik lain adalah, Jembatan Pasupati memiliki desain yang elegan yang berpadu dengan konsep modern.

Hal-Hal Menarik dari Bangunan Jembatan Pasupati


Struktur bangunan jembatan sangat kokoh dan memiliki sentuhan estetika pada  arsitekturnya, sehingga bisa menarik minat para pengunjung untuk melakukan swafoto atau sekadar menikmati keindahannya dari atas jembatan.

Ada hal lain yang bisa dimanfaatkan dari keberadaan jembatan ini, yakni tidak hanya sebagai sarana transportasi, Jalan Layang Pasupati merupakan tempat untuk berbagai acara komunitas, misalnya car free day atau kegiatan olahraga.

BACA JUGA: Kampung Korea Bandung, dan 6 Hal Menarik di Dalamnya dari Mulai Budaya hingga Kuliner Khasnya

Selain itu, hal-hal menarik lainnya berupa:

1. Pasupati Adalah Gabungan dari Nama Dua Jalan; Pasteur dan Surapati


Jembatan Pasupati
Jembatan Pasupati - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Sebagai informasi secara umum,  bama "Pasupati" berasal dari penggabungan dua kata "Pasteur" dan "Surapati", hal ini mengacu pada dua jalan yang dihubungkan oleh jembatan ini.

Sebelum bernama Pasupati, jalan layang ini tadinya dikenal sebagai "Paspasti", akan tetapi kemudian pihak proyek pelaksana memutuskan untuk mengubahnya karena "Paspati" memiliki arti kata yang sedikit horor dalam bahasa Sunda yakni, "pas mati".

Pada perkembangannya, pada tahun 2022, ada usulan untuk mengubah kembali Pasupati menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja.

Usulan ini secara mengejutkan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk di dalamnya tokoh-tokoh dan berbagai institusi, juga mendapatkan petisi baik dari dalam maupun luar negeri.

Karena hal itulah perubahan dikakukan untuk kemudian diwujudkan secara resmi pada 1 Maret 2022.

2. Menjadi Jembatan Terpanjang Nomor Dua di Indonesia


Jembatan Pasupati
Jembatan Pasupati - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Fakta menarik berikutnya dari Jembatan Pasupati ini adalah bahwa jembatan ini dinobatkan sebagai jembatan paling panjang di Indonesia pada posisi nomor dua.

Karena posisi terpanjang nomor satunya masih dipegang oleh jembatan yang berada di Provinsi Jawa Timur yakni jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Madura, atau yang kita kenal sebagai Jembatan Suramadu.

Jembatan Surapatu memiliki panjang lintasan yang mencapai sekitar 2,8 kilometer, sementara untuk lebarnya mencapai angka sekitar 21,53 meter.

Struktur jalan layang ini menjelma sebuah struktur jembatan yang sangat megah yang menghubungkan berbagai titik penting banyak area di Kota Bandung.

Sementara untuk posisi jembatan terpanjang pertama masih dipegang oleh Jembatan Suramadu di Pulau Madura, yang memiliki panjang mencapai angka menyentuh 5,4 kilometer untuk panjangnya serta untuk lebarnya mencapai hampir 30 meter.

Dengan dimensi bangunan yang sangat mengesankan ini, Jalan Layang Pasupati tidak sekadar menjadi sarana transportasi yang vital bagi Kota Bandung, tetapi juga menjadi sebuah landmark yang ikonik.

Karena kemegahannya ini pula bangunan ini mampu menarik perhatian bagi pengguna jalan dan pengunjung untuk mengabadikannya dalam jepretan kamera.

Bukan hanya itu, keberadaannya memberikan bukti bahwa Kota Bandung khususnya bisa menunjukkan kemajuan infrastruktur dan tentunya menjadi bagian penting dalam konektivitas antarwilayah di negara ini.

BACA JUGA: Amazing Art World Bandung, Menikmati Dunia Fantasi Lewat Wahana 3D

3. Jembatan Anti Gempa yang Pertama di Indonesia


Jembatan Pasupati
Jembatan Pasupati - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Jembatan Layang Pasupati memiliki keunggulan lainya yakni sebagai jembatan pertama di Indonesia yang dirancang untuk bisa tahan gempa.

Teknologi konstruksi canggih yang ditanamkan, termasuk di dalamnya adalah perangkat khusus anti gempa yang didatangkan langsung dari Negara Prancis yang disebut sebagai Lock Up Device (LUD).

Dalam kontruksi bangunan jembatan terdapat 76 perangkat LUD yang dipasang, tentunya diklaim bisa memastikan ketahanannya saat terjadi gempa bumi.

Sebagai tambahan informasi lainnya, Jalan Layang Pasupati ini juga terdiri dari 663 segmen dengan bobot bervariasi antara 80-140 ton, yang ditopang oleh keberadaan 46 tiang penyangganya.

Kemudian Untuk mendukung struktur jembatan dengan konsep tanpa kaki, bsngunan ini dilengkapi oleh cable stayed sepanjang 161 meter, hingga menjadikannya dikenal sebagai jembatan tanpa kaki yang melintang di atas Lembah Cikapundung.

Adopsi teknologi ini tentunya tidak hanya mengamankan jalan layang dari gempa, lebih dari itu juga menegaskan kekuatan inovasi dalam industri konstruksi di Indonesia.

4. Tiang Jembatan yang Menonjol


Jembatan Pasupati menarik perhatian publik saat kali pertama diresmikan dan menjadi landmark terbaru Kota Bandung kala itu.

Banyak hal menarik dari keberadaan jembatan tersebut, salah satu sisi yang unik dari keberadaan Jalan Layang Pasupati ini adalah keberadaan tiang tingginya yang menonjol.

Tiangnya sendiri diberi warna merah putih yang ditopang oleh sebanyak 19 kabel baja sebagai penguat dan penyangga jembatan.

Pemandangan ini tentunyq menjadi lebih memukau pas keadaan gelap di malam hari ketika tetapi disorot oleh lampu-lampu, sehingga mampu menciptakan sebuah panorama yang indah yang dapat dilihat dari jarak jauh.

Keindahan ini jembatan di malam hari ini tentunya menambah daya tarik tersendiri Jalan Layang Pasupati ini, sehingga menjadikannya sebuah ikon khas Kota Bandung.

BACA JUGA: 7 Tempat Wisata di Sumedang yang Tetap Hits di Tahun 2024 ini

Jembatan Pasupati memang begitu ikonik hingga kerap dijadikan spot menarik untuk dijadikan latar belakang foto.

Tapi Ingat saat hendak melakukan foto-foto di atas jembatan ini agar memperhatikan lalu lintas sekitar untuk keamanan, tentunya.

Bukan hanya sebagai landmark yang ikonik bagi warga Kota Bandung semata tetapi, Jembatan Pasupati ini tentunya menjadi landmark dan kebanggaan masysrakat Jawa Barat secara lebih luas lagi.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.