SAAT KONSELING, Teridentifikasi Ada Karyawan Yang Kurang Cakap Dalam Mengoperasikan Peralatan Baru, Permasalahan Tersebut Termasuk Dalam Karakteristik

- Redaksi

Thursday, 22 May 2025 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permasalahan kesehatan mental di tempat kerja semakin krusial. Lingkungan kerja yang tidak suportif, seperti bullying, ketidakadilan, dan persaingan tidak sehat, memicu gangguan mental pada karyawan. Beban kerja yang tinggi juga berkontribusi signifikan terhadap stres dan penurunan motivasi.

Meskipun beberapa perusahaan telah menyediakan layanan kesehatan mental seperti program Employee Assistance Program (EAP) dan akses ke psikolog, masih banyak yang belum memberikan perhatian serius pada isu ini. Pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman untuk mendukung kesejahteraan karyawan harus menjadi prioritas utama.

Kompetensi Pengembangan SDM Menurut Model for Excellence dari ASTD

Model Kompetensi ASTD (American Society for Training and Development) menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk pengembangan SDM. Model ini terbagi dalam tiga tingkatan:

Tingkat Dasar (Essential Competencies)

Tingkat ini mencakup kompetensi personal, interpersonal, dan manajerial. Ini adalah fondasi bagi semua profesional SDM. Contohnya meliputi komunikasi efektif, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama tim.

Level Fokus (Areas of Expertise)

Level ini mencakup keahlian khusus seperti coaching, peningkatan kinerja karyawan, pembelajaran sosial, perencanaan karir, dan evaluasi kinerja. Keahlian ini diperlukan untuk melaksanakan strategi pengembangan SDM secara efektif.

Tingkat Pelaksanaan (Roles)

Tingkat ini berfokus pada peran profesional seperti ahli strategi pembelajaran, manajer proyek, mitra bisnis, dan spesialis profesional. Peran ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang strategi pengembangan SDM dan implementasinya.

Dalam konteks kesehatan mental, kompetensi di semua tingkatan sangat penting. Kemampuan merancang dan mengelola program kesejahteraan karyawan (seperti EAP) dan membangun lingkungan kerja yang positif sangat krusial. Komunikasi efektif dan kepemimpinan yang suportif juga menjadi kunci.

Baca Juga :  Doa Setelah Adzan Berkumandang, Gak Nyangka Keutamaannya Besar

Karakteristik Kompetensi Menurut Spencer dan Implikasinya pada Kasus Karyawan

Model Spencer dan Spencer (1993) mengidentifikasi lima karakteristik dasar kompetensi: motif, karakteristik pribadi (traits), konsep diri (self-concept), pengetahuan, dan keterampilan.

Kasus 1: Penurunan Kinerja di Bawah Tekanan

Karyawan yang kinerjanya menurun di bawah tekanan menunjukkan kelemahan dalam karakteristik pribadi, khususnya pengendalian diri dan stabilitas emosional. Mereka mungkin memerlukan pelatihan manajemen stres, pengembangan resiliensi, dan dukungan psikologis.

Kasus 2: Ketidakmampuan Mengoperasikan Peralatan Baru

Karyawan yang kurang cakap dalam mengoperasikan peralatan baru menunjukkan defisit dalam pengetahuan dan keterampilan. Solusi yang tepat adalah pelatihan yang komprehensif, yang mencakup aspek teoritis dan praktik. Penting untuk memastikan pelatihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan individu karyawan dan diikuti dengan pembinaan berkelanjutan.

Baca Juga :  Anda Baru Diterima Bekerja Pada Sebuah Perusahaan Catering Rumahan Yang Ternyata Sedang Berkembang Dengan Pesat, Dengan Semakin Meningkatnya Omzet

Kesimpulan dan Rekomendasi

Pengembangan SDM yang efektif membutuhkan pendekatan holistik yang mempertimbangkan berbagai kompetensi. Model ASTD memberikan kerangka untuk mengembangkan kompetensi secara menyeluruh, sementara model Spencer membantu mengidentifikasi area yang perlu diperkuat.

Perusahaan perlu berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang suportif, dan memberikan akses ke layanan kesehatan mental untuk memastikan kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Kombinasi dari pelatihan teknis, pengembangan kompetensi emosional, dan dukungan psikologis akan menciptakan lingkungan kerja yang optimal.

Selain itu, evaluasi kinerja yang berkelanjutan dan umpan balik yang konstruktif sangat penting untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memastikan bahwa karyawan merasa dihargai dan didukung.

Berita Terkait

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!
Bagaimana Cara Belut Berkembang Biak? Berikut ini Pembahasannya Secara Lengkap!
JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan
Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini
Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!
BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!
Mengapa Urban Farming Cocok Sebagai Awal Karier Green Jobs Bagi Milenial Kota? Begini Penjelasannya!
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 21 February 2026 - 14:51 WIB

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!

Saturday, 21 February 2026 - 14:37 WIB

Bagaimana Cara Belut Berkembang Biak? Berikut ini Pembahasannya Secara Lengkap!

Friday, 20 February 2026 - 21:04 WIB

JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan

Friday, 20 February 2026 - 09:42 WIB

Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Thursday, 19 February 2026 - 15:10 WIB

130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini

Berita Terbaru

Cara Membuat Bakso Sapi Kenyal

kuliner

Rahasia Dapur! Cara Membuat Bakso Sapi Kenyal dan Antigagal

Saturday, 21 Feb 2026 - 16:00 WIB