Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Jenis Manfaat dan Resiko Operasi Bariatrik Apa Saja? Ini Informannya!

Jenis Manfaat dan Resiko Operasi Bariatrik Apa Saja? Ini Informannya!
Operasi Bariatrik (Dok. Ist)


SwaraWarta.co.id - Obesitas atau kelebihan berat badan bisa memperburuk kesehatan dan meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes. 

Untuk membantu menurunkan berat badan, dokter mungkin akan menyarankan operasi bariatrik pada penderita obesitas yang susah diatasi hanya dengan diet dan olahraga.

Baca Juga:

Frozen Shoulder Gejala dan Penyebab Serta Cara Penanganannya

Operasi bariatrik bertujuan untuk membatasi jumlah makanan yang dapat ditampung oleh lambung atau mengurangi penyerapan nutrisi di usus halus. 

Jenis Operasi Bariatrik Secara Umum

Ada beberapa jenis operasi yang umum dilakukan, seperti gastric bypass, sleeve gastrectomy, adjustable gastric band, dan biliopancreatic diversion with duodenal switch.

1. Gastric bypass

Gastric bypass adalah prosedur yang memisahkan lambung menjadi dua bagian, yaitu bagian atas yang berukuran lebih kecil dan bagian bawah yang lebih besar. 

Usus halus juga akan dipotong menjadi lebih pendek dan langsung disambungkan dengan bagian lambung yang berukuran kecil tadi. 

Tujuannya adalah untuk mengurangi ruang tampung makanan di lambung dan mengurangi penyerapan nutrisi dari makanan di usus halus.

2. Sleeve gastrectomy 

Sleeve gastrectomy adalah prosedur yang membuang sekitar 75-80% bagian lambung sehingga pasien akan merasa cepat kenyang setelah makan sedikit. 

Dengan begitu, daya tampung lambung pun berkurang secara signifikan dan pasien akan menjadi lebih cepat kenyang setelah menjalani operasi pemotongan lambung.

3. Adjustable gastric band 

Jenis Manfaat dan Resiko Operasi Bariatrik Apa Saja? Ini Informannya!
Operasi Bariatrik (Dok. Ist)


Adjustable gastric band adalah prosedur yang memasang alat berbentuk cincin pada lambung sehingga pasien mudah merasa kenyang. 

Dokter dapat memasang alat ini, kemudian mengencangkan atau mengendurkannya sesuai keperluan. Ikatan ini akan membatasi jumlah makanan yang dapat dimakan dan membuat cepat kenyang.

3. Biliopancreatic diversion with duodenal switch

Biliopancreatic diversion with duodenal switch adalah prosedur yang menghubungkan lambung sebagian langsung dengan bagian akhir usus halus sehingga absorption nutrisi oleh tubuh akan berkurang. 

Setelah menjalani prosedur ini, makanan tetap akan bercampur dengan asam lambung, cairan empedu, dan enzim pencernaan di usus besar, namun nutrisi yang terserap tubuh akan jauh berkurang. 

Baca Juga:

Ciri-ciri Anemia Sedang yang Sering Dialami oleh Penderita

Dari seluruh tipe operasi bariatrik, metode ini adalah yang paling berisiko menyebabkan kekurangan gizi.

Manfaat Operasi Bariatrik 

Setiap jenis operasi bariatrik memiliki manfaat dan risikonya masing-masing. Namun, operasi bariatrik bisa memberikan banyak manfaat seperti penurunan berat badan yang bertahan lama.

Selain itu, operasi ini dapat mencegah atau membantu proses pengobatan gangguan kesehatan lain terkait obesitas, meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki kondisi psikologis, menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan kondisi jantung.

Resiko Operasi Bariatrik 

Walaupun sangat efektif, operasi bariatrik memiliki risiko seperti perdarahan, infeksi, terbentuknya emboli, kebocoran pada lambung atau usus, kesulitan bernapas, terbentuknya batu empedu.

Baca Juga:

Mengenal Penyakit Hemoroid : Jenis dan Pemicunya

Selain itu, operasi ini dapat menyebabkan hernia, penyempitan di area lambung dan usus yang dijahit, hingga terbentuknya luka atau lubang di saluran cerna. 

Selain itu, dalam jangka panjang, orang yang menjalani operasi bariatrik juga lebih berisiko mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi, makanan bergerak terlalu cepat melalui usus halus, dan lainnya.

Operasi bariatrik dapat dipertimbangkan oleh orang dewasa yang memiliki obesitas parah atau obesitas yang telah menyebabkan masalah kesehatan serius terkait obesitas. 

Operasi bariatrik jarang dilakukan pada remaja namun dapat dipertimbangkan jika kondisinya memenuhi kriteria dokter. 

Remaja obesitas yang telah melewati masa pubertas dan telah mencapai tinggi badan maksimal sesuai dengan pertumbuhannya dapat dipertimbangkan sebagai kandidat bedah bariatrik, sesuai pertimbangan dokter.

Baca Juga:

Apa Itu Pemeriksaan Appendicogram? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Jangan lupa, setelah menjalani operasi bariatrik, perhatikan pola makan, perubahan gaya hidup, konsumsi obat dan vitamin, serta jadwal kontrol berkala yang disarankan oleh dokter agar hasilnya optimal dengan efek samping yang minimal. 

Jika mengalami keluhan atau masalah kesehatan tertentu setelah menjalani operasi bariatrik, segera konsultasi ke dokter bedah.

Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.