Desakan PBB untuk Mengakhiri Kekerasan dan Pembunuhan Warga Palestina di Tepi Barat

- Redaksi

Wednesday, 5 June 2024 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah Satu Korban Kekerasan di Tepi Barat – SwaraWarta.co.id (VoA)

SwaraWarta.co.id – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker Turk, pada Selasa, 4 Juni, mendesak diakhirinya lonjakan tajam eskalasi kekerasan mematikan di Tepi Barat dan menuntut pertanggungjawaban atas pembunuhan lebih dari 500 warga Palestina oleh Pasukan Keamanan Israel (ISF) dan pemukim Israel.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan dari Kantor HAM PBB mengungkapkan bahwa sedikitnya 505 warga Palestina telah tewas dalam bentrokan kekerasan dengan Israel di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023.

Turk menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya nyawa yang hilang dengan cara yang sewenang-wenang, berdasarkan verifikasi kematian dan pemantauan oleh Kantor HAM PBB.

Dia menyoroti bahwa lebih dari 80 kasus menunjukkan adanya pelanggaran hukum HAM internasional terkait penggunaan kekuatan oleh ISF.

Baca Juga :  Membanggakan! Banyuwangi Kembali Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Paralayang Internasional

BACA JUGA: Mengenal Sosok Gloria Elsa, Perias Jenazah Gratis yang Membantu Keluarga Tak Mampu

Penggunaan kekuatan mematikan yang tidak seimbang serta peningkatan pembunuhan tertarget dan terencana oleh ISF menjadi perhatian utama.

Turk juga menunjukkan bahwa temuan-temuan tersebut menunjukkan adanya penolakan atau penundaan sistematis terhadap penyaluran bantuan medis untuk para korban yang terluka parah.

Dia menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan ISF dan pemukim Israel, serta skala pembunuhan dan penghancuran yang terus berlanjut di Gaza, telah memicu ketakutan dan ketidakamanan di kalangan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Selain itu, Turk menekankan pentingnya penyelidikan yang menyeluruh dan independen terhadap tuduhan pembunuhan yang melanggar hukum ini.

BACA JUGA: Diduga Terpeleset, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Saguling

Baca Juga :  KBMI Akan Ikut Aksi May Day di Monas, Sampaikan Aspirasi Langsung ke Presiden Prabowo

Dia menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.

Dengan mendesak diakhirinya kekerasan dan meminta pertanggungjawaban, Komisaris Tinggi PBB untuk HAM berusaha mengatasi situasi kritis di Tepi Barat.

Kekerasan yang terus berlanjut, disertai dengan pembunuhan dan penghancuran, menciptakan lingkungan yang sangat tidak aman bagi warga Palestina.

Perlunya penyelidikan independen terhadap tindakan-tindakan ini sangat mendesak untuk memastikan bahwa hukum HAM internasional dihormati dan diikuti.

Pernyataan Turk menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran yang terjadi, dengan lebih dari 500 warga Palestina tewas dalam waktu kurang dari satu tahun.

Ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk reformasi dan tindakan yang memastikan bahwa nyawa warga sipil dilindungi dan bahwa keadilan ditegakkan bagi mereka yang terkena dampak kekerasan.

Dalam laporannya, Kantor HAM PBB memberikan gambaran yang suram tentang situasi di lapangan, menegaskan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh ISF dan pemukim Israel melanggar norma-norma internasional.

Baca Juga :  Denny Ja Rilis Hasil Survei Suara Partai Islam di Pemilu 2024

Penolakan atau penundaan bantuan medis juga memperburuk keadaan, menunjukkan kekejaman tambahan yang dialami oleh warga Palestina yang terluka.

Ketakutan dan ketidakamanan yang dialami oleh warga Palestina di Tepi Barat menjadi semakin dalam akibat kekerasan ini.

Secara keseluruhan, seruan Turk untuk mengakhiri kekerasan dan menuntut pertanggungjawaban adalah upaya untuk mendorong perubahan yang berarti dalam pendekatan terhadap konflik ini.

Dengan menekankan pentingnya penyelidikan independen dan pertanggungjawaban, dia berusaha memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM tidak luput dari hukuman.

Ini adalah langkah penting menuju keadilan dan perlindungan HAM di wilayah yang dilanda konflik ini.***

Berita Terkait

VIRAL! Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta: Cek Aturan Barunya!
Catat Tanggalnya! Kapan PKH dan BPNT Tahap 3 Cair ke Rekening?
Apakah BCA Gangguan Hari Ini? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Apakah Gaji 3 Juta Wajib Pajak? Cek Aturan PPh 21 Terbaru!
Berburu Diskon Akhir Pekan? Cek Promo JSM Indomaret Terbaru Minggu Ini!
Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Siap Hadapi Kasus Besar!
Apakah Benar Oki Lukman Meninggal Dunia? Fakta atau Hoaks!
Kapan Musim Hujan 2026 Tiba? Intip Bocoran Jadwal dan Persiapannya di Sini!

Berita Terkait

Monday, 20 July 2026 - 10:20 WIB

Catat Tanggalnya! Kapan PKH dan BPNT Tahap 3 Cair ke Rekening?

Sunday, 19 July 2026 - 14:13 WIB

Apakah BCA Gangguan Hari Ini? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sunday, 19 July 2026 - 12:16 WIB

Apakah Gaji 3 Juta Wajib Pajak? Cek Aturan PPh 21 Terbaru!

Sunday, 19 July 2026 - 12:07 WIB

Berburu Diskon Akhir Pekan? Cek Promo JSM Indomaret Terbaru Minggu Ini!

Saturday, 18 July 2026 - 10:13 WIB

Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Siap Hadapi Kasus Besar!

Berita Terbaru