Terungkap, Ini Alasan Bulog Targetkan 1,2 Juta Ton Beras Impor Sebelum Bulan September

- Redaksi

Saturday, 31 August 2024 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani (Dok.ist)

Ilustrasi petani (Dok.ist)

SwaraWarta.co.id Perum Bulog akan mengimpor 1,2 juta ton beras lagi tahun ini untuk menutupi penurunan produksi beras dalam negeri dan menjaga stabilitas stok serta harga beras.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, dalam diskusi media di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa impor ini diharapkan dapat terealisasi seluruhnya dan tiba sebelum Desember 2024.

Baca Juga: Beras Mengalami Kenaikan, Segini Harganya Sekarang

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah telah memberikan izin kepada Bulog untuk mengimpor total 3,6 juta ton beras tahun ini. Hingga Juli 2024, sudah terealisasi 2,4 juta ton, sehingga masih ada sisa 1,2 juta ton yang belum terealisasi.

Bayu juga menyebutkan bahwa Bulog saat ini sedang menyelesaikan kontrak impor beras sekitar 300.000 ton.

Baca Juga :  Gunung Ruang Erupsi, Bandara Sam ditutup Sementara

“Sehingga sisanya ada 900.000 ton lagi (yang belum terkontrak) dari total target 3,6 juta ton. Kami berharap semua bisa masuk sebelum Desember,” ucapnya.

Beras impor ini akan dijadikan cadangan beras pemerintah (CBP) dan digunakan untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan harga jual Rp12.500 per kilogram.

Bayu menambahkan bahwa stok beras saat ini cukup aman, dengan total sekitar 1,5 juta ton, termasuk dari pengadaan beras dalam negeri yang telah mencapai 900.000 ton.

Ia juga menyatakan bahwa Bulog optimis bisa menambah pengadaan beras dalam negeri dalam satu hingga dua bulan ke depan, terutama pada September.

“Kami melihat ada prospek untuk melakukan pengadaan beras dalam negeri dalam satu sampai dua bulan ke depan, terutama pada September nanti,” katanya.

Baca Juga :  Sujatno-Ida Yuhana Ulfa Unggul dalam Pemungutan Suara Ulang Pilbup Magetan

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2023 turun 1,39 persen, dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 31,10 juta ton pada 2023.

Penurunan produksi ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti krisis iklim, berkurangnya lahan pertanian, serta masalah pada kondisi tanah dan akses pengairan.

Baca Juga: Memahami Resiko Usaha Beras, Ada Apa Aja?

Produksi padi pada periode Januari-April 2024 turun 17,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 22,55 juta ton.

BPS juga memperkirakan produksi beras pada Januari-Agustus 2024 mencapai 21,38 juta ton, lebih rendah 2,25 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan Kementerian Pertanian, konsumsi beras per kapita di Indonesia pada 2023 mencapai 80,905 kg per tahun, atau rata-rata 0,222 kg beras per hari per orang.

Berita Terkait

Kapan TKA SMA 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkap yang Perlu Diketahui
Terungkap! Penyebab Kantor Grib Jaya Terbakar di Kawasan Jakarta Barat
Gus Kikin Itu Siapa? Simak Rekam Jejak Karier dan Profil Singkatnya!
Berapa Digit Nomor yang Harus Diinput Saat Transaksi PLN Postpaid di Etrans?
Kenapa Gritte Agatha Tidak Boleh Tampil di TV? Begini Kronologi dan Fakta Sebenarnya!
VIRAL ! Surat Pengunduran Diri Wapres Gibran Beredar di Sosmed, Fakta atau Hoaks?
Wagub Kalbar Tegaskan Tidak Ada Tempat bagi Ormas GRIB di Bumi Khatulistiwa
MR DIY Buka Jam Berapa? Ini Jadwal Operasional Terbarunya

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 11:03 WIB

Kapan TKA SMA 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkap yang Perlu Diketahui

Tuesday, 1 September 2026 - 09:23 WIB

Terungkap! Penyebab Kantor Grib Jaya Terbakar di Kawasan Jakarta Barat

Monday, 31 August 2026 - 09:50 WIB

Berapa Digit Nomor yang Harus Diinput Saat Transaksi PLN Postpaid di Etrans?

Monday, 31 August 2026 - 09:30 WIB

Kenapa Gritte Agatha Tidak Boleh Tampil di TV? Begini Kronologi dan Fakta Sebenarnya!

Sunday, 30 August 2026 - 08:44 WIB

VIRAL ! Surat Pengunduran Diri Wapres Gibran Beredar di Sosmed, Fakta atau Hoaks?

Berita Terbaru