Menteri Luhut Resmi Dukung Prabowo Gibran, Ternyata Ini Alasannya

- Redaksi

Saturday, 3 February 2024 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut
( Dok. Istimewa)


SwaraWarta.co.id
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengklaim bahwa ia pernah mencoba menawarkan program hilirisasi hasil tambang kepada seluruh calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres). 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurut Luhut, hanya Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang merespons tawaran diskusi mengenai hilirisasi tersebut.

“Diskusi ini (hilirisasi) yang saya bawa, saya tawarkan beberapa kepada Calon Presiden-Calon Presiden itu, dan Wakil Presiden. Tapi yang merespons sangat positif dan langsung juga dengan langkah-langkah dia adalah Pak Prabowo,” ujar Luhut dalam keterangannya di akun instagram pribadinya @luhut.pandjaitan yang dikutip pada Sabtu, 3 Februari 2024.

Baca Juga :  Beckham Putra Siap Tunjukkan Kemampuan Terbaik di Timnas Indonesia

Luhut mengatakan bahwa Prabowo merespons tawaran Luhut dengan mengirimkan timnya untuk berdiskusi dengan dirinya. 

Setelah diskusi, Prabowo setuju untuk melanjutkan program hilirisasi, terutama pada komoditas rumput laut. 

Luhut sendiri sudah menyatakan dukungannya untuk Prabowo di pemilihan presiden pada 14 Februari 2024 melalui akun Instagram pribadinya.

Luhut juga dikenal sebagai pembina organisasi relawan Pandawa Lima. Sebelumnya, Ketua Umum Pandawa Lima, Letnan Jenderal (Purn) Eko Wiratmoko, mengatakan bahwa Luhut telah memerintahkan mereka untuk membantu memenangkan Prabowo dalam satu putaran pemilihan di Pilpres 2024.

Luhut tidak hanya menyebut Prabowo sebagai satu-satunya calon yang bersedia melanjutkan program hilirisasi, ia juga mengkritik Capres lain yang mencalonkan diri dengan mengusulkan perubahan tanpa menyebutkan namanya. 

Baca Juga :  Dituntut 14 Tahun Penjara, Rafael Alun Hanya Tertunduk Lesu

Menurut Luhut, yang dibutuhkan saat ini adalah keberlanjutan, bukan perubahan.

“Kalau mau dibongkar lagi kapan mau maju. Ingat bonus demografi hanya berjalan sampai 2030. Setiap tahun kita lengah, setiap tahun kita hilang momentum, dan kita tidak bisa keluar nanti dari midle income trap,” katanya

Sebelumnya, Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyebut bahwa program hilirisasi tambang dan bisnis tambang yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi dilakukan secara ugal-ugalan. 

Oleh karena itu, pihaknya akan mengevaluasi program hilirisasi. Hal ini diungkapkan dalam debat Cawapres pada hari Ahad, 21 Januari 2024. 

Cak Imin menilai hilirisasi yang dilakukan dengan cara ugal-ugalan menyebabkan kerusakan lingkungan, meningkatnya kecelakaan kerja, dan berkembangnya jumlah tenaga asing yang menguasai bisnis tambang.

Baca Juga :  Antisipasi Gugatan Sengketa Pilpres 2024 Ditolak, Ini Kata TPN Ganjar Mahfud

 “Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah bisa naik 13 persen. Tinggi sekali, tetapi rakyatnya tetap miskin dan tidak menikmati,” kata Cak Imin

Berita Terkait

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terbaru