Festival Permainan Tradisional di Banyuwangi: Menghidupkan Keceriaan Anak-Anak di Era Digital

- Redaksi

Sunday, 28 July 2024 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival permainan tradisional di Banyuwangi ( Dok. Ist)

Festival permainan tradisional di Banyuwangi ( Dok. Ist)

 

SwaraWarta.co.id Ratusan anak di Banyuwangi tampak gembira bermain berbagai permainan tradisional seperti egrang bambu, terompah, egrang batok, dan gobak sodor.

Keseruan ini terjadi saat Festival Memengan Tradisional di Lapangan Lugjak, Rogojampi, Banyuwangi, yang diadakan bersamaan dengan Pekan Hari Anak Nasional pada Sabtu, 28 Juli 2024.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Inspiratif! Ini Dia Cara Bupati Ipuk Atasi Kemiskinan di Banyuwangi

Tema festival ini adalah “Tinggalen Gadget Iro, Ayo Memengan Nang Njobo,” yang artinya “Tinggalkan Gadgetmu, Ayo Main di Luar.”

Selain itu, festival ini semakin meriah dengan adanya parade yang menampilkan permainan tradisional lainnya, seperti bedhil-dedhilan, kucing tikus, barong, balap karung, hoola hoop, terompet, jaranan, pesawat kertas, pal-palan, dan banyak lagi.

Baca Juga :  StrategiBola.com: Sumber Terpercaya untuk Informasi Sepak Bola dan Tips Strategi Terbaik

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa festival ini rutin diadakan untuk mengajak anak-anak memilih permainan tradisional yang melibatkan banyak gerakan fisik daripada bermain gadget.

“Yang tak kalah penting, permainan tradisional juga sebagai upaya untuk mengurangi pengaruh gadget. Permainan tradisional memiliki nilai-nilai positif mengajak anak-anak saling bekerja sama, meningkatkan empati, menghormati aturan main, dan bisa menghadapi tantangan,” jelas Ipuk.

Ipuk juga menekankan pentingnya melestarikan dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang mungkin mulai dilupakan oleh generasi saat ini.

“Ini adalah warisan budaya. Bukan hanya soal permainan, tapi juga tentang menjaga keakraban, sportivitas, dan kreativitas,” terangnya

Selain itu, Ipuk mengingatkan para orang tua untuk melindungi anak-anak dari bullying.

Baca Juga :  8 Tahanan Polres Lahat Kabur Usai Jebol Tembok

“Kebijakan dan regulasi kami optimalkan penuh untuk melindungi anak. Mari kita samakan tekad, bergandengan tangan bersama melindungi anak-anak kita,” pintanya

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan bahwa festival ini merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional dan mendukung gerakan sekolah sehat dengan mengurangi penggunaan gadget dan meningkatkan permainan fisik.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Siap Bangun Jaringan Irigasi Sepanjang 123 KM, Ini Faktanya!

“Melalui permainan tradisional, anak-anak diajak untuk aktif bergerak, bersosialisasi, dan mengeksplorasi dunia luar dengan cara yang menyenangkan,” tutur Suratno

Berita Terkait

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terbaru