Menjelang Bulan Suro, Perajin Warangka di Jombang Kebanjiran Pesanan, Bahan Baku Didatangkan dari Luar Daerah

- Redaksi

Wednesday, 25 June 2025 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bulan Suro, bulan pertama dalam penanggalan Jawa, tak hanya dirayakan dengan ritual jamasan pusaka, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para pengrajin warangka, sarung keris tradisional. Salah satu yang merasakan berkah ini adalah Fachrur Rochman, perajin warangka asal Desa Bawangan, Jombang.

Fachrur, yang telah menekuni profesi ini sejak tahun 2014, mengalami peningkatan pesanan yang signifikan menjelang bulan Suro. Pesanannya meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, mencapai 15 warangka per hari. Peningkatan ini mencakup pembuatan warangka baru maupun perbaikan (servis) warangka lama.

Pembuatan warangka oleh Fachrur dilakukan secara custom, menyesuaikan ukuran dan bentuk keris masing-masing pelanggan. Ia menggunakan berbagai jenis kayu berkualitas tinggi, mulai dari kayu cendana Jawa hingga kayu impor seperti setigi, gaharu, nagasari, dan kayu khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jenis kayu yang digunakan sangat memengaruhi harga jual warangka. Kayu cendana Jawa, misalnya, terkenal dengan aromanya yang harum dan tahan lama, sehingga warangka dari kayu ini cenderung lebih mahal. Sementara itu, kayu setigi dan gaharu memiliki nilai estetika dan spiritual tersendiri, yang juga meningkatkan nilai jual warangka.

Proses Pembuatan Warangka

Proses pembuatan warangka membutuhkan keahlian dan kesabaran. Fachrur menjelaskan, tahap awal dimulai dengan pemilihan kayu yang berkualitas. Kayu kemudian dibentuk dan diukir sesuai dengan desain yang diinginkan pelanggan, baik itu desain klasik maupun modern.

Setelah dibentuk, warangka kemudian dihaluskan dan dipoles hingga permukaannya menjadi licin dan mengkilat. Proses pemolesan ini cukup penting untuk menjaga keindahan dan ketahanan warangka. Terakhir, warangka diberi finishing agar lebih tahan lama dan terhindar dari serangan hama.

Baca Juga :  Tabrakan Mitsubishi Xpander dan Ferrari di PIK, Polisi Selidiki Penyebabnya

Jenis dan Harga Warangka

Fachrur menawarkan berbagai jenis warangka dengan harga bervariasi, tergantung jenis kayu dan tingkat kerumitan desain. Jasa poles warangka dibanderol mulai dari Rp 50.000, sementara pembuatan warangka baru lengkap dengan perawatan bisa mencapai Rp 100.000. Harga warangka sendiri mulai dari Rp 200.000.

Harga tersebut tentunya akan meningkat seiring dengan penggunaan jenis kayu yang lebih mahal dan langka. Selain warangka keris, Fachrur juga melayani pembuatan sarung untuk tombak dan pusaka lainnya.

Dampak Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Lonjakan pesanan warangka menjelang bulan Suro menunjukkan hubungan erat antara tradisi jamasan pusaka dengan perekonomian lokal. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai spiritual bagi masyarakat Jawa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pengrajin seperti Fachrur.

Baca Juga :  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Wisuda S3, Janji Terapkan Ilmu untuk Majukan Kota

Fachrur berharap tradisi jamasan pusaka tetap lestari, sehingga dapat terus memberikan manfaat ekonomi bagi para pengrajin warangka dan menjaga kelangsungan keterampilan tradisional ini. Meningkatnya permintaan juga mendorong Fachrur untuk terus berinovasi dalam desain dan kualitas warangka yang ia buat.

Pelanggan Fachrur berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Jombang, tetapi juga dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Banyak di antaranya merupakan kolektor dan pelestari tosan aji yang secara rutin melakukan ritual jamasan pusaka setiap tahunnya.

Dengan adanya permintaan yang tinggi ini, Fachrur berharap para pengrajin warangka lain juga dapat merasakan dampak positif yang sama, sehingga tradisi pembuatan warangka tetap terjaga dan berkembang. Hal ini juga akan berkontribusi pada pelestarian budaya Jawa.

Berita Terkait

THR ASN 2026 Cair Lebih Awal? Ini Besaran dan Jadwal Terbarunya
Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Apakah Pegadaian Buka Hari Ini? Simak Jadwal Terbaru Sebelum Berangkat!
Cara Cek Desil Bansos 2026 Terbaru: Panduan Lengkap Lewat HP dan Web
Viral! Seruan “Stop Bayar Pajak” di Jawa Tengah, Ini Penyebab dan Fakta Sebenarnya
Penyebab Alasan Dokter Piprim Dipecat oleh Menteri Kesehatan
Siapa Mohan Hazian? Pengusaha Muda di Balik Thanksinsomnia yang Kini Jadi Sorotan
Mengungkap Penyebab Meninggalnya Reynaldi Bermundo

Berita Terkait

Wednesday, 18 February 2026 - 08:00 WIB

THR ASN 2026 Cair Lebih Awal? Ini Besaran dan Jadwal Terbarunya

Wednesday, 18 February 2026 - 06:14 WIB

Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Monday, 16 February 2026 - 14:00 WIB

Cara Cek Desil Bansos 2026 Terbaru: Panduan Lengkap Lewat HP dan Web

Monday, 16 February 2026 - 13:52 WIB

Viral! Seruan “Stop Bayar Pajak” di Jawa Tengah, Ini Penyebab dan Fakta Sebenarnya

Monday, 16 February 2026 - 07:58 WIB

Penyebab Alasan Dokter Piprim Dipecat oleh Menteri Kesehatan

Berita Terbaru

Cara Menonaktifkan YouTube Shorts

Teknologi

4 Cara Menonaktifkan YouTube Shorts dengan Mudah dan Efektif

Wednesday, 18 Feb 2026 - 11:00 WIB

Tata Cara Shalat Terawih 11 Rakaat di Rumah

Lifestyle

Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat di Rumah

Wednesday, 18 Feb 2026 - 09:00 WIB