Pemerintah Berikan Izin Khusus kepada Ormas Keagamaan untuk Kelola Tambang selama 5 Tahun

- Redaksi

Saturday, 8 June 2024 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Izin Tambang Ormas – SwaraWarta.co.id (RRI)

SwaraWarta.co.id – Seperti sudah diketahui publik, Presiden Joko Widodo telah memberikan izin khusus kepada organisasi masyarakat keagamaan untuk mengelola Tambang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun jangka waktu izin ini hanya selama lima tahun saja sejak peraturan tersebut diterbitkan.

Kebijakan ini tertuang di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 yang poinnya berisi tentang Perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021, yakni mengenai Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan juga batu bara.

Dalam pasal 83A ayat 6 peraturan tersebut disebutkan bahwa penawaran wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) berlaku selama lima tahun sejak peraturan pemerintah ini berlaku atau diterbitkan.

Namun, tidak semua ormas tertarik untuk mengelola tambang. Contohnya, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menolak untuk terlibat dalam pengelolaan tambang ini.

Baca Juga :  Aturan Jam Mengajar Guru Selama Ramadan: Kebijakan Khusus dari Kemendikdasmen

Tetapi sebaliknya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjukkan minat yang besar dan sudah mengajukan izin untuk bisa mendapatkan izin tersebut.

BACA JUGA: Dikira Maling, Pemilik Rental Mobil Meninggal Dihajar Warga, Mobilnya Dibakar

Ada beberapa fakta dari aturan perizinan tersebut, dan berikut beberapa fakta terbaru terkait izin kelola tambang kepada ormas:

– Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah setuju dengan aturan ini.

Sebelum peraturan ini diterbitkan, sudah dilakukan diskusi dengan tim Prabowo-Gibran.

Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengomunikasikan hal ini kepada Prabowo, dan Prabowo setuju dengan kebijakan Jokowi yang memberikan izin tambang kepada ormas keagamaan.

– Dalam hal ini, PBNU merupakan ormas pertama yang langsung mengajukan izin resmi ke Jokowi setelah peraturan ini diterbitkan.

Baca Juga :  UPDATE! Kasus Penyalahgunaan Dana BOS di SMK PGRI 2 Ponorogo: Kejari Tambah Saksi dan Sita Barang Bukti

Pemerintah tentunya menyambut baik antusiasme tersebut dengan menyediakan lahan tambang bekas PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Bahlil menyatakan bahwa izin pengelolaan untuk PBNU akan segera diterbitkan pada pekan depan.

BACA JUGA: Lowongan Kerja: Xiaomi Memburu Pekerja Baru untuk Memenuhi Lonjakan Permintaan Kendaraan Listrik SU7

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan izin pengelolaan tambang bekas PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada PBNU.

Bahlil mengatakan PBNU sudah mengurus izin pengelolaan tambang kepada Kementerian Investasi/BKPM dan pemerintah akan mempercepat penerbitan izin tersebut.

– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan bahwa pemberian prioritas izin tambang hanya berlaku untuk enam ormas keagamaan saja.

Jumlah ini disesuaikan untuk mewakili semua agama yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  2 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Bojonegoro, Begini Kronologinya!

Arifin menjelaskan bahwa tidak semua ormas agama bisa mengelola tambang.

Hanya enam ormas yang memenuhi syarat saja yang akan diberikan kesempatan. Jika ormas tersebut tidak memenuhi syarat, maka izin tidak akan diberikan.

Syarat utama untuk mengajukan izin mengelola adalah ormas harus memiliki badan hukum yang jelas, ukuran organisasi yang besar, dan jumlah anggota yang banyak.

Arifin menambahkan bahwa ukuran lahan yang akan diberikan disesuaikan dengan ukuran organisasi. Badan usaha ormas juga harus jelas dan memiliki akta notaris.

Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap dapat memberikan kesempatan kepada ormas keagamaan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Kebijakan ini diharapkan juga dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat luas dan menjaga keseimbangan dalam pengelolaan tambang di Indonesia.***

Berita Terkait

Apakah Boleh Makan Sebelum Sholat Idul Adha? Simak Penjelasannya!
Berapa Gaji Koperasi Merah Putih? Ini Rincian Lengkapnya
Hari Raya Idul Adha 2026 Berapa Hijriah? Berikut ini Jawabannya!
Cara Mengecek Nilai TKA 2026: Panduan Lengkap untuk Siswa dan Orang Tua
Kenapa BCA Gangguan Hari Ini? Ini Penyebab, Solusi, dan Update Terbaru 25 Mei 2026
Armocargo: Solusi Import China dan Jasa Import China yang Praktis untuk Bisnis Modern
6 Cara Melaporkan Bansos yang Tidak Tepat Sasaran dengan Mudah
Gaji Nunggak atau Kena PHK Sepihak? Ini Cara Melaporkan Perusahaan ke Disnaker yang Benar

Berita Terkait

Wednesday, 27 May 2026 - 09:23 WIB

Apakah Boleh Makan Sebelum Sholat Idul Adha? Simak Penjelasannya!

Tuesday, 26 May 2026 - 10:44 WIB

Berapa Gaji Koperasi Merah Putih? Ini Rincian Lengkapnya

Tuesday, 26 May 2026 - 10:37 WIB

Hari Raya Idul Adha 2026 Berapa Hijriah? Berikut ini Jawabannya!

Tuesday, 26 May 2026 - 07:41 WIB

Cara Mengecek Nilai TKA 2026: Panduan Lengkap untuk Siswa dan Orang Tua

Monday, 25 May 2026 - 15:25 WIB

Kenapa BCA Gangguan Hari Ini? Ini Penyebab, Solusi, dan Update Terbaru 25 Mei 2026

Berita Terbaru

Cara Mengatur Akun Pembayaran FB Pro

Teknologi

7 Cara Mengatur Akun Pembayaran FB Pro Agar Cuan Maksimal

Wednesday, 27 May 2026 - 12:41 WIB