Fenomena Kemunculan Ikan di Pantai Pesisir Selatan Cianjur: Dampak Kemarau Panjang dan Tanggapan Warga

- Redaksi

Saturday, 31 August 2024 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Diberitakan bahwa Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini melaporkan adanya fenomena kemunculan banyak ikan di pantai pesisir selatan, yang disebabkan oleh kemarau panjang.

Menurut kepala DPKHP Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, fenomena ini terjadi karena ikan-ikan dari berbagai jenis, seperti tajan dan japuh, mencari tempat yang lebih hangat di dekat pantai saat suhu laut menurun akibat musim kemarau.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aris Haryanto menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari para nelayan mengenai kemunculan banyak ikan di pinggir pantai.

Ia mengungkapkan bahwa para nelayan cukup menangkap ikan-ikan tersebut di pinggir pantai tanpa perlu pergi ke tengah laut.

Fenomena ini, lanjutnya, merupakan kejadian tahunan yang kerap terjadi selama musim kemarau panjang, di mana ikan akan bergerak ke daerah yang lebih hangat, seperti pinggir pantai.

Baca Juga :  Hotel-Hotel di Prancis Ketar-Ketir, 2024 Pajak Turis Naik 3 Kali Lipat

Lebih lanjut, Aris Haryanto menekankan bahwa kemunculan banyak ikan di pantai pesisir selatan tidak ada hubungannya dengan prediksi gempa besar atau megathrust yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, untuk tetap waspada dan berhati-hati.

Pihaknya juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada para nelayan di pantai selatan Cianjur untuk lebih jeli membaca tanda-tanda alam terkait potensi bencana.

Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil langkah antisipasi, termasuk melakukan evakuasi dengan cepat jika diperlukan.

Selain itu, DPKHP Kabupaten Cianjur telah menyebarkan surat imbauan melalui kecamatan dan desa setempat, dengan pesan agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada.

Baca Juga :  Prabowo Dukung Ahmad Luthfi di Pilkada Jateng, Andika Perkasa Angkat Suara

Aris Haryanto menekankan bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja, terutama karena sebagian besar wilayah Cianjur termasuk dalam zona merah bencana alam di Jawa Barat.

Di sisi lain, Kasubag Tata Usaha UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) wilayah selatan, Djoena, mengungkapkan bahwa fenomena munculnya banyak ikan jenis tajan dan japuh di pesisir selatan sudah terjadi sejak dua hari terakhir.

Ia menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh musim kemarau panjang yang melanda dalam satu bulan terakhir.

Menurutnya, fenomena ini dapat berlangsung singkat, antara dua hari hingga satu pekan, tergantung pada kondisi cuaca dan suhu laut.

Djoena juga menambahkan bahwa fenomena ini bukanlah sesuatu yang baru bagi warga setempat, khususnya nelayan, karena sudah sering terjadi.

Baca Juga :  Teka-Teki Cawapres Prabowo Subianto: Antara Gibran, Erick Thohir, atau Lainnya?

Ia menegaskan bahwa masyarakat sekitar tidak perlu panik karena fenomena ini tidak terkait dengan tanda-tanda alam akan terjadinya bencana.

Ia mengatakan, “Fenomena ini hanya berlangsung selama suhu di tengah lautan sangat dingin akibat kemarau.

Masyarakat pesisir selatan sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini dan tidak mengaitkannya dengan potensi bencana alam.”

Dengan demikian, kemunculan banyak ikan di pantai pesisir selatan Cianjur dianggap sebagai fenomena alam yang biasa terjadi saat musim kemarau panjang.

Meski tidak ada kaitannya dengan bencana alam, warga dan nelayan diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.

Fenomena ini juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap tanda-tanda alam dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di daerah pesisir.***

Berita Terkait

TERBONGKAR! Inilah Penyebab BBM Langka di Bali yang Bikin Antrean Panjang!
Mengungkap Sosok Asli Siapa Nidal Hasan? Psikiater Militer yang Berubah Menjadi Pembunuh 13 Orang dan Kini Menanti Regu Tembak
BREAKING NEWS: Ayam Gepuk Pak Gembus Resmi Pamit! Benarkah Semua Gerai Tutup Permanen?
Rusia Resmi Beri Lampu Hijau, Helikopter Serang Mi-35M “Tank Terbang” Akhirnya Mengudara di Langit Indonesia!
Kenapa Batam Sering Mati Lampu? Ini 5 Penyebab Utama yang Jarang Diketahui!
Apakah PKH Sudah Cair Hari Ini 2026? Cek Faktanya di Sini!
HEBOH! Link Video Bilqis Luvena Versi 12 Detik dan 27 Detik Viral, Ternyata Ini Fakta Aslinya!
Bikin Iri! Bos Restoran China Ini Hadiahi Karyawannya Mobil BMW Rp800 Juta, Ternyata Ini Alasannya yang Bikin Haru!

Berita Terkait

Tuesday, 13 October 2026 - 10:11 WIB

TERBONGKAR! Inilah Penyebab BBM Langka di Bali yang Bikin Antrean Panjang!

Tuesday, 13 October 2026 - 09:23 WIB

Mengungkap Sosok Asli Siapa Nidal Hasan? Psikiater Militer yang Berubah Menjadi Pembunuh 13 Orang dan Kini Menanti Regu Tembak

Tuesday, 13 October 2026 - 07:00 WIB

BREAKING NEWS: Ayam Gepuk Pak Gembus Resmi Pamit! Benarkah Semua Gerai Tutup Permanen?

Tuesday, 13 October 2026 - 06:02 WIB

Rusia Resmi Beri Lampu Hijau, Helikopter Serang Mi-35M “Tank Terbang” Akhirnya Mengudara di Langit Indonesia!

Monday, 12 October 2026 - 09:27 WIB

Kenapa Batam Sering Mati Lampu? Ini 5 Penyebab Utama yang Jarang Diketahui!

Berita Terbaru